Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Rahmanto Dorong Konsolidasi Alumni PTKIN, Serukan Peran Strategis untuk Umat dan Bangsa

Rahmanto Dorong Konsolidasi Alumni PTKIN, Serukan Peran Strategis untuk Umat dan Bangsa

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) menegaskan pentingnya konsolidasi nasional alumni sebagai kekuatan strategis dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan. Penegasan ini mengemuka dalam Pertemuan Nasional IKA PTKIN se-Indonesia yang berlangsung pada 23–25 April 2026 di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat.

Forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan arah gerakan alumni PTKIN di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Sedikitnya, forum ini mengidentifikasi lima masalah utama keumatan dan empat masalah utama kebangsaan yang dinilai membutuhkan intervensi kolektif berbasis pengetahuan dan jejaring sosial.

Ketua IKA UIN Palangka Raya, Rahmanto, S.HI., M.H., menegaskan bahwa alumni PTKIN tidak boleh lagi berada pada posisi pasif. “Alumni PTKIN harus keluar dari zona simbolik. Kita memiliki jejaring, otoritas keilmuan, dan legitimasi moral. Jika tidak dikonsolidasikan, potensi ini akan tercerai-berai dan kehilangan daya pengaruh,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Rahmanto, tantangan yang dihadapi umat saat ini tidak lagi bersifat tunggal, melainkan multidimensional. Mulai dari menguatnya politik identitas, ketimpangan pembangunan, hingga disinformasi digital yang menggerus kohesi sosial. “Kita menghadapi situasi di mana fragmentasi sosial semakin nyata, sementara ruang dialog justru menyempit. Di sinilah alumni PTKIN harus hadir sebagai penyeimbang,” katanya.

Rahmanto Dorong Konsolidasi Alumni PTKIN, Serukan Peran Strategis untuk Umat dan Bangsa

Dok. Ketua IKA UIN Palangka Raya, Rahmanto, S.HI., M.H., didampingi Sekretaris IKA UIN Palangka Raya, Abdul Jamil, M.Pd., mengikuti Pertemuan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia di Jakarta

Hal senada disampaikan Sekretaris IKA UIN Palangka Raya, Abdul Jamil, M.Pd., yang menyoroti pentingnya integrasi antara dunia akademik dan kebijakan publik. Ia menilai selama ini terdapat kesenjangan antara produksi pengetahuan di lingkungan PTKIN dengan implementasi kebijakan di tingkat praktis.

“PTKIN memiliki kekuatan besar sebagai pusat produksi gagasan dan riset. Namun, tanpa konsolidasi dan integrasi, hasil riset tersebut sering berhenti sebagai wacana akademik. Ke depan, alumni harus mampu menjembatani riset menjadi kebijakan publik yang berdampak nyata,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, persoalan keumatan yang mengemuka antara lain mencakup munculnya tafsir keagamaan eksklusif dan intoleran, lemahnya moderasi beragama, serta belum optimalnya pengelolaan ekonomi umat berbasis zakat, wakaf, dan instrumen keuangan syariah. Sementara itu, pada ranah kebangsaan, isu yang disorot meliputi polarisasi politik identitas, ketimpangan pembangunan antarwilayah, disinformasi digital berbasis SARA, serta lemahnya tata kelola dan integritas kelembagaan.

Sebagai respons, forum ini mendorong pembentukan Forum Nasional IKA PTKIN sebagai wadah konsolidasi strategis. Forum tersebut diharapkan menjadi pusat integrasi jejaring alumni lintas sektor sekaligus berfungsi sebagai policy think tank dalam merumuskan kebijakan berbasis riset.

Pertemuan nasional ini menjadi penanda awal upaya sistematis dalam mengonsolidasikan potensi alumni PTKIN. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, alumni didorong tidak hanya menjadi bagian dari sejarah institusi, tetapi juga menjadi aktor utama dalam membentuk masa depan umat dan bangsa. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 266
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkeras sikap dalam pengusutan dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Lembaga antirasuah itu secara terbuka mengultimatum pemilik PT Blueray berinisial JF (John Field) untuk segera menyerahkan diri setelah melarikan diri saat upaya penindakan dilakukan. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan […]

  • Siap-siap! Ribuan Pelanggan PLN di Palangka Raya Barat Bakal 'Gelap Gulita' Selasa Siang Ini

    Siap-siap! Ribuan Pelanggan PLN di Palangka Raya Barat Bakal ‘Gelap Gulita’ Selasa Siang Ini

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Aktivitas warga di kawasan Palangka Raya Barat diperkirakan bakal terganggu siang ini. Pasalnya, PLN ULP Palangka Raya Barat mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik sementara di sejumlah titik wilayah kerjanya, tepat pada Selasa, (1/8/ 2026), mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Lewat pengumuman resminya, PLN menyebut langkah ini terpaksa diambil demi menangani […]

  • Junaidi Minta Pelajar Fokus Sekolah, Jangan Terjun Langsung Padamkan Karhutla

    Junaidi Minta Pelajar Fokus Sekolah, Jangan Terjun Langsung Padamkan Karhutla

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 53
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kepedulian pelajar terhadap kondisi lingkungan patut diapresiasi. Namun, keterlibatan siswa dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara langsung dinilai perlu dibatasi demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengatakan masyarakat yang ikut membantu menangani kebakaran menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Meski demikian, pelajar sebaiknya tidak […]

  • Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu, momen untuk menghormati jasa dan pengorbanan para ibu dalam keluarga maupun masyarakat. Lebih dari sekadar simbol penghormatan, Hari Ibu menjadi refleksi bagi setiap generasi, terutama Generasi Z, tentang nilai-nilai ketahanan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial di era globalisasi yang cepat berubah. Hari Ibu: Lebih dari Sekadar […]

  • Gubernur Kumpulkan Pimpinan Media di Istana Isen Mulang, Soroti  Peran Pers sebagai Mitra Pengawas

    Gubernur Kumpulkan Pimpinan Media di Istana Isen Mulang, Soroti  Peran Pers sebagai Mitra Pengawas

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka ruang komunikasi lebih luas dengan insan pers. Dalam forum yang tidak hanya bernuansa seremonial, tetapi juga diisi pembahasan berbagai isu pembangunan daerah, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menggelar silaturahmi bersama pimpinan media, organisasi pers, dan wartawan di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Selasa (19/5/2026). Pertemuan tersebut […]

  • Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng

    Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggenjot percepatan transformasi sektor pertanian melalui Program Modern Agriculture System (PM-AAS). Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas tantangan produktivitas yang selama ini masih bergantung pada pola budidaya konvensional dan keterbatasan mekanisasi di lapangan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pertanian Modern PM-AAS yang mempertemukan […]

expand_less