Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Lonjakan IGD Doris Disentil Gubernur: Masalahnya Bukan Kapasitas, Tapi Sistem yang Dilanggar

Lonjakan IGD Doris Disentil Gubernur: Masalahnya Bukan Kapasitas, Tapi Sistem yang Dilanggar

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 514
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan keterbatasan fasilitas. Ia menilai, akar masalah justru terletak pada tidak tertibnya sistem rujukan layanan kesehatan.

Menurut Gubernur, sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Doris seharusnya menerima pasien yang telah melalui tahapan pelayanan di tingkat kabupaten/kota. Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak pasien datang langsung tanpa mengikuti prosedur tersebut.

“Seharusnya ada proses berjenjang. Dari daerah dulu, baru ke provinsi. Tapi yang terjadi, banyak langsung ke sini,” ujarnya, di Kantor Gubernur, Selasa (21/4/2026) pagi.

Kondisi ini, kata dia, menciptakan tekanan berlapis di ruang IGD. Data internal menunjukkan peningkatan kunjungan pasien yang tidak diimbangi dengan distribusi layanan di daerah. Akibatnya, kapasitas layanan yang sebenarnya dirancang untuk rujukan lanjutan justru dipenuhi kasus-kasus yang seharusnya bisa ditangani di tingkat awal.

Gubernur juga menyoroti persoalan administratif, terutama terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia mengungkapkan adanya pasien dengan status tidak aktif atau tidak tertib administrasi, yang pada akhirnya berdampak pada pembiayaan layanan.

“Kalau tidak sesuai mekanisme, beban itu bisa jatuh ke APBD provinsi. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia menilai, jika pola ini terus berlangsung, bukan hanya pelayanan yang terganggu, tetapi juga keberlanjutan anggaran kesehatan daerah bisa terancam. Karena itu, pembenahan sistem dinilai menjadi langkah mendesak.

Pemerintah Provinsi, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk memperkuat layanan di rumah sakit wilayah serta mendorong peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan kabupaten/kota. Selain itu, pengembangan layanan baru juga diproyeksikan untuk mengurangi ketergantungan pada RSUD Doris.

“Kalau alurnya dijalankan dengan benar, sebenarnya cukup. Jangan semua ditumpuk di satu titik,” katanya.

Gubernur berharap seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, dapat disiplin mengikuti sistem rujukan agar pelayanan kesehatan berjalan lebih efektif dan merata.

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK Bongkar Modus Pengemplangan Pajak Tekstil, Omzet Rp12,49 Triliun

    PPATK Bongkar Modus Pengemplangan Pajak Tekstil, Omzet Rp12,49 Triliun

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pengemplangan pajak di sektor tekstil kembali terkuak. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya modus penyembunyian omzet dengan memanfaatkan rekening milik karyawan maupun rekening pribadi untuk menghindari kewajiban pajak negara. Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, mengatakan temuan tersebut teridentifikasi sepanjang tahun 2025. Dari hasil analisis PPATK, nilai omzet […]

  • Mahasiswa Unair Beri Pelatihan Warga Bakalrejo Olah Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan Mendukung SDG8

    Mahasiswa Unair Beri Pelatihan Warga Bakalrejo Olah Sekam Padi Jadi Briket Ramah Lingkungan Mendukung SDG8

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Lamongan – Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga (Unair) menggelar Lokakarya BriPadi berupa pelatihan pembuatan briket dari sekam padi di Balai Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi alternatif sekaligus peluang usaha masyarakat desa. Kegiatan lokakarya tersebut diikuti perangkat desa, Karang […]

  • Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

    Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS kembali memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat. Namun di tengah tekanan pasar yang meningkat, pemerintah meminta publik tidak terpancing kepanikan dan tetap melihat kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh. Pemerintah menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar saat ini masih terus dipantau […]

  • Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pengalihan pengelolaan Mall Pluit Junction oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada PT Grha Jaya Pradana (GJP) memicu sorotan dari kalangan akademisi. Selain memunculkan keluhan dari para tenant yang kehilangan akses ruang usaha, kebijakan tersebut juga dinilai perlu diuji dari sisi hukum, mengingat Pluit Junction merupakan aset daerah yang selama ini dikelola oleh […]

  • Harga Pangan dan BBM Kompak Naik, Inflasi Kalteng Tembus 4,47 Persen

    Harga Pangan dan BBM Kompak Naik, Inflasi Kalteng Tembus 4,47 Persen

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kenaikan harga kebutuhan pokok, bahan bakar minyak (BBM), hingga minyak goreng mendorong laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) provinsi ini melonjak menjadi 4,47 persen pada Juni 2026. Angka tersebut meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 1,06 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan Indeks Harga Konsumen […]

  • 16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Memasuki usia ke-16 tahun, GERDAYAK Indonesia berupaya mempertegas perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga identitas budaya Dayak, tetapi juga ikut menyiapkan masyarakat menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan dunia kerja yang terus berubah. Ketua Umum DPP GERDAYAK Indonesia, Yansen A. Binti, mengatakan organisasi yang dipimpinnya kini fokus membangun kualitas sumber daya […]

expand_less