Inflasi Kalimantan Tengah Januari 2026 Naik ke 4,09 Persen
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026
- visibility 323
- comment 0 komentar

Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman saat menyampaikan rilis berita statistik.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Tekanan harga kembali menghantam Kalimantan Tengah di awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencapai 4,09 persen, dipicu lonjakan harga berbagai komoditas kebutuhan masyarakat.
Kenaikan inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang melonjak dari 106,06 pada Januari 2025 menjadi 110,40 pada Januari 2026. BPS melakukan pemantauan harga di empat kabupaten/kota sebagai representasi kondisi inflasi daerah.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa inflasi y-on-y pada Januari 2026 menunjukkan tekanan harga yang masih kuat, terutama pada kelompok pengeluaran strategis masyarakat.
“Inflasi year-on-year Kalimantan Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar 4,09 persen,” ujar Taufiqurrahman saat Konferensi Pers Berita Resmi Statistik di Ruang Vicon BPS Kalteng, Senin (2/2/2026).
BPS mencatat Kota Palangka Raya sebagai daerah dengan inflasi tertinggi, yakni 4,61 persen dengan IHK 110,00. Sebaliknya, Kabupaten Kapuas mencatat inflasi y-on-y terendah sebesar 3,62 persen, meski IHK-nya relatif tinggi di angka 111,71.
Lonjakan inflasi terutama didorong kenaikan tajam pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melesat hingga 14,54 persen. Tekanan harga juga datang dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 13,41 persen, menandakan meningkatnya beban biaya hidup rumah tangga.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,81 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,77 persen, serta pendidikan yang meningkat 2,66 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki, kesehatan, rekreasi, hingga transportasi.
Di tengah tren kenaikan tersebut, hanya dua kelompok yang mencatat penurunan indeks, yakni perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, masing-masing sebesar 0,06 persen.
Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) dan year-to-date (y-to-d) Kalimantan Tengah pada Januari 2026 sama-sama tercatat 0,38 persen, menandakan tekanan harga belum mereda di awal tahun dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat ke depan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar