Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Kalteng Masuk 10 Terendah Realisasi APBD Versi Kemendagri

Kalteng Masuk 10 Terendah Realisasi APBD Versi Kemendagri

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025
  • visibility 579
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo terkait capaian realisasi pendapatan daerah hingga 95,47 persen menjelang akhir tahun anggaran 2025 dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan data nasional yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam keterangan kepada media, Edy Pratowo menyebut realisasi pendapatan Provinsi Kalteng per 22 Desember 2025 telah mencapai 95,47 persen dan berpeluang menembus target 100 persen. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah di tengah berbagai kebijakan relaksasi pajak.

“Realisasi kita hari ini sudah di angka 95,47 persen. Tinggal beberapa hari lagi, insyaallah bisa tercapai penuh,” ujar Edy.

Wagub juga memaparkan sejumlah indikator pendapatan yang mengalami kenaikan signifikan, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang meningkat lebih dari 110 persen, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai 113,05 persen, serta penerimaan PKB sebesar Rp1,336 triliun atau 104,43 persen dari target. Total pendapatan daerah disebut telah menyentuh Rp2,223 triliun dari target sekitar Rp2,328 triliun.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan evaluasi nasional yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Berdasarkan data Kemendagri per 30 November 2025, Kalimantan Tengah justru masuk dalam 10 provinsi dengan realisasi pendapatan terendah, sekaligus 10 provinsi dengan realisasi belanja terendah secara nasional.

Mendagri mencatat, secara agregat realisasi pendapatan seluruh daerah baru mencapai 88,35 persen dan realisasi belanja 75,43 persen. Dalam daftar tersebut, Kalteng tercatat masih tertinggal dibanding sejumlah provinsi lain.

Perbedaan narasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait metode penghitungan, rentang waktu data, serta efektivitas penyerapan anggaran di lapangan.

Situasi ini menegaskan pentingnya transparansi dan konsistensi data antara pemerintah daerah dan pusat agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi keuangan daerah, sekaligus menjadi dasar evaluasi kebijakan fiskal ke depan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kasus yang menimpa Supiat, warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipaksa bekerja dalam jaringan online scam di Kamboja, memantik perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Legislator meminta pemerintah memperketat pengawasan perekrutan tenaga kerja agar tragedi serupa tidak kembali menimpa warga Kalteng. Wakil Ketua Komisi I […]

  • Kuliah Gratis, Turun ke Sawah, Kantongi Rp10 Juta Sebulan — Ini Tawaran Pemprov Kalteng buat Anak Muda

    Kuliah Gratis, Turun ke Sawah, Kantongi Rp10 Juta Sebulan — Ini Tawaran Pemprov Kalteng buat Anak Muda

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 64
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kabar menggembirakan buat generasi muda Bumi Tambun Bungai yang ingin kuliah sekaligus punya penghasilan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka jalur pendidikan vokasi D3 dengan beasiswa penuh, plus bonus yang tak main-main: potensi kantong tebal lewat program Brigade Pangan. Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengungkap, beasiswa penuh ini digulirkan lewat kerja sama dengan […]

  • Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih membayangi banyak negara besar, Indonesia justru mencatat lompatan pertumbuhan yang impresif. Pemerintah mengumumkan ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20—mengungguli sejumlah kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Arab Saudi. Capaian tersebut menjadi sorotan dalam rapat […]

  • Defisit Rp149 Miliar, DPRD Bongkar Rapuhnya Fiskal Kalteng

    Defisit Rp149 Miliar, DPRD Bongkar Rapuhnya Fiskal Kalteng

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 166
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menjadi sorotan tajam. DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mengungkap masih rapuhnya struktur fiskal daerah setelah APBD Tahun Anggaran 2025 ditutup dengan defisit sebesar Rp149,53 miliar. Ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pemerintah pusat dinilai menjadi persoalan mendasar yang harus segera dibenahi. Temuan tersebut disampaikan dalam Rapat […]

  • Gubernur Kalteng Gelar Pasar Murah, Warga Tebus Sembako Rp10 Ribu

    Gubernur Kalteng Gelar Pasar Murah, Warga Tebus Sembako Rp10 Ribu

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat menekan lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Kalimantan Tengah membuka langsung Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan ribuan paket sembako bersubsidi bagi masyarakat di halaman Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (10/3/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah […]

  • Lonjakan IGD Doris Disentil Gubernur: Masalahnya Bukan Kapasitas, Tapi Sistem yang Dilanggar

    Lonjakan IGD Doris Disentil Gubernur: Masalahnya Bukan Kapasitas, Tapi Sistem yang Dilanggar

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 482
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan lonjakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Doris Sylvanus tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan keterbatasan fasilitas. Ia menilai, akar masalah justru terletak pada tidak tertibnya sistem rujukan layanan kesehatan. Menurut Gubernur, sebagai rumah sakit rujukan provinsi, RSUD Doris seharusnya menerima pasien yang […]

expand_less