Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Kalteng Masuk 10 Terendah Realisasi APBD Versi Kemendagri

Kalteng Masuk 10 Terendah Realisasi APBD Versi Kemendagri

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025
  • visibility 614
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo terkait capaian realisasi pendapatan daerah hingga 95,47 persen menjelang akhir tahun anggaran 2025 dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan data nasional yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam keterangan kepada media, Edy Pratowo menyebut realisasi pendapatan Provinsi Kalteng per 22 Desember 2025 telah mencapai 95,47 persen dan berpeluang menembus target 100 persen. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja positif pemerintah daerah di tengah berbagai kebijakan relaksasi pajak.

“Realisasi kita hari ini sudah di angka 95,47 persen. Tinggal beberapa hari lagi, insyaallah bisa tercapai penuh,” ujar Edy.

Wagub juga memaparkan sejumlah indikator pendapatan yang mengalami kenaikan signifikan, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang meningkat lebih dari 110 persen, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai 113,05 persen, serta penerimaan PKB sebesar Rp1,336 triliun atau 104,43 persen dari target. Total pendapatan daerah disebut telah menyentuh Rp2,223 triliun dari target sekitar Rp2,328 triliun.

Namun, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan evaluasi nasional yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Berdasarkan data Kemendagri per 30 November 2025, Kalimantan Tengah justru masuk dalam 10 provinsi dengan realisasi pendapatan terendah, sekaligus 10 provinsi dengan realisasi belanja terendah secara nasional.

Mendagri mencatat, secara agregat realisasi pendapatan seluruh daerah baru mencapai 88,35 persen dan realisasi belanja 75,43 persen. Dalam daftar tersebut, Kalteng tercatat masih tertinggal dibanding sejumlah provinsi lain.

Perbedaan narasi ini memunculkan pertanyaan publik terkait metode penghitungan, rentang waktu data, serta efektivitas penyerapan anggaran di lapangan.

Situasi ini menegaskan pentingnya transparansi dan konsistensi data antara pemerintah daerah dan pusat agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi keuangan daerah, sekaligus menjadi dasar evaluasi kebijakan fiskal ke depan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Gerak Cepat Isi Kursi Kepala BGN, Sudaryono Dipilih Kawal Program MBG

    Prabowo Gerak Cepat Isi Kursi Kepala BGN, Sudaryono Dipilih Kawal Program MBG

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 35
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tidak membiarkan kursi pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) kosong terlalu lama. Setelah Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, Kepala Negara langsung menunjuk Sudaryono sebagai nahkoda baru lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut menegaskan satu hal: pemerintah ingin memastikan program unggulan yang […]

  • Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Katingan – Operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, dua personel lainnya dinyatakan hilang, sementara seorang warga tewas dalam insiden yang mewarnai operasi penindakan tersebut, Kamis (2/7/2026) dini hari. Peristiwa ini menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba paling […]

  • Pemkab dan DPRD Bartim Nyatakan Terbuka terhadap Pengawasan KPK

    Pemkab dan DPRD Bartim Nyatakan Terbuka terhadap Pengawasan KPK

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah Kabupaten dan DPRD Barito Timur menyatakan terbuka terhadap pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul berbagai temuan dan evaluasi tata kelola anggaran daerah yang disampaikan dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5). Sikap terbuka itu disampaikan setelah KPK menyoroti sejumlah persoalan dalam pengelolaan anggaran, mulai dari […]

  • Prabowo Dorong Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih, Tahap Awal Capai 50 Persen

    Prabowo Dorong Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih, Tahap Awal Capai 50 Persen

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari strategi penguatan sektor perikanan nasional, Kamis (12/2/2026). Pemerintah menargetkan kawasan ini menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi hingga distribusi hasil tangkapan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono […]

  • RKAB Bikin Pekerja Tertekan, DPRD Sentil Disnaker Kalteng: Jangan-Jangan Datanya Saja Tak Punya!

    RKAB Bikin Pekerja Tertekan, DPRD Sentil Disnaker Kalteng: Jangan-Jangan Datanya Saja Tak Punya!

    • calendar_month Sab, 5 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Di tengah aktivitas perusahaan yang terdampak kebijakan tersebut, nasib para pekerja yang terkena imbas justru dinilai belum memiliki gambaran data yang jelas. DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mendesak pemerintah daerah segera membuka dan memperjelas data pekerja yang terdampak […]

  • Kemenag Palangka Raya Ubah Pola Belajar Madrasah Saat Kabut Asap

    Kemenag Palangka Raya Ubah Pola Belajar Madrasah Saat Kabut Asap

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 78
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat mulai berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya mengeluarkan surat pemberitahuan penyesuaian pembelajaran bagi Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah di lingkungannya, Rabu (19/8/2026). Surat bernomor B/242/Kk.15.5.2/PP.00/08/2026 itu ditujukan kepada seluruh kepala […]

expand_less