Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 21 Jul 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar

Dok. Suasana Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pertanian Modern PM-AAS
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggenjot percepatan transformasi sektor pertanian melalui Program Modern Agriculture System (PM-AAS). Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas tantangan produktivitas yang selama ini masih bergantung pada pola budidaya konvensional dan keterbatasan mekanisasi di lapangan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pertanian Modern PM-AAS yang mempertemukan perangkat daerah, penyuluh pertanian, dan berbagai pemangku kepentingan di Palangka Raya, Selasa (21/7/2026).
Bagi Pemprov Kalteng, modernisasi pertanian bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional dan berkurangnya tenaga kerja sektor pertanian, penggunaan teknologi dinilai menjadi jalan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan PM-AAS dirancang untuk mempercepat penggunaan teknologi pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen.
“PM-AAS bukan sekadar menghadirkan alat pertanian modern. Program ini menjadi upaya membangun sistem pertanian yang lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan petani,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikan teknologi tersebut. Karena itu, peningkatan kapasitas penyuluh dan petani menjadi bagian penting dalam implementasi PM-AAS.
Dalam rapat koordinasi, berbagai persoalan teknis turut dibahas, mulai dari kesiapan sarana pendukung, distribusi alsintan, hingga pola pendampingan bagi kelompok tani. Pemprov ingin memastikan investasi di sektor pertanian tidak berhenti pada pengadaan peralatan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan hasil produksi di lapangan.
“Teknologi harus memberikan manfaat nyata. Karena itu, koordinasi antarperangkat daerah dan pendampingan kepada petani menjadi faktor utama agar PM-AAS berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. Dengan sistem pertanian yang lebih modern, pemerintah berharap produktivitas komoditas unggulan terus meningkat dan mampu menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Melalui percepatan PM-AAS, Pemprov Kalteng menargetkan lahirnya sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan iklim. Tantangan berikutnya bukan lagi bagaimana menghadirkan teknologi ke desa, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan petani untuk menghasilkan produksi yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan kesejahteraan yang lebih baik. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar