Jumat, 29 Mei 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kalteng Puncaki Daftar Udara Terburuk Nasional, ISPU 96

Kalteng Puncaki Daftar Udara Terburuk Nasional, ISPU 96

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Mengutip databoks Kualitas udara di Kalimantan Tengah mencatatkan kondisi terburuk secara nasional pada Minggu malam (8/2/2026).

Data resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan angka ISPU Kalimantan Tengah mencapai 96 pada pukul 18.00 WIB, menempatkannya di posisi teratas provinsi dengan kualitas udara paling buruk di Indonesia.

Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK menjelaskan bahwa ISPU digunakan untuk menggambarkan mutu udara ambien dan dampaknya terhadap kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya.

ISPU merupakan angka indikator yang mencerminkan kondisi udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan, nilai estetika, serta lingkungan.

Perhitungan ISPU dilakukan berdasarkan tujuh parameter pencemar udara, yakni PM10, PM2.5, nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3), dan hidrokarbon (HC). Pengukuran dilakukan melalui 72 stasiun pemantau kualitas udara yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Mengacu pada Peraturan Menteri LHK Nomor 14 Tahun 2020, rentang ISPU 51–100 dikategorikan sebagai kualitas udara “sedang”.

Meski belum masuk kategori tidak sehat, kondisi ini tetap berpotensi menimbulkan dampak bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Kualitas udara sedang dapat menurunkan kenyamanan dan memicu gangguan kesehatan ringan pada kelompok sensitif.

Di bawah Kalimantan Tengah, Provinsi Banten mencatat ISPU 95, disusul Jambi dengan ISPU 91. Provinsi lain yang masuk sepuluh besar kualitas udara terburuk antara lain Sumatera Selatan (87), Sumatera Utara (86), Jawa Barat (83), Lampung (74), hingga Kalimantan Selatan (68).

Meski tidak ada wilayah yang masuk kategori “berbahaya”, posisi Kalimantan Tengah sebagai daerah dengan kualitas udara terburuk nasional memunculkan peringatan serius. Kondisi ini menegaskan pentingnya langkah pencegahan pencemaran udara, terutama di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan serta aktivitas industri berbasis lahan yang berpotensi memperburuk kualitas udara secara berulang. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Putuskan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret

    Kemenag Putuskan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DAYABONEO, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama memastikan akan menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026. Sidang penentuan hari raya itu digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan seluruh […]

  • Prabowo Saksikan Penyelamatan Aset Negara Rp40 Triliun, Dana Dialihkan untuk Sekolah dan Puskesmas

    Prabowo Saksikan Penyelamatan Aset Negara Rp40 Triliun, Dana Dialihkan untuk Sekolah dan Puskesmas

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan negara dan mengembalikannya untuk kepentingan rakyat. Hal itu disampaikan Presiden saat menyaksikan langsung penyerahan denda administratif senilai Rp10,27 triliun serta pengembalian kawasan hutan seluas 2,37 juta hektare di kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa langkah penyelamatan aset […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Baru selesai menjalani pemulihan pascasakit, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung mengambil alih kendali. Tanpa basa-basi, ia memanggil seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan memasang garis tegas: pembangunan harus jalan, tapi pengelolaan anggaran tidak boleh sembrono. Pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang, Selasa (20/1/2026), menjadi ruang evaluasi sekaligus peringatan […]

  • APBD Kalteng Terjun Bebas 34,71 Persen, Pemprov Dipaksa Pangkas Ambisi Pembangunan 2026

    APBD Kalteng Terjun Bebas 34,71 Persen, Pemprov Dipaksa Pangkas Ambisi Pembangunan 2026

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Realitas pahit fiskal menghantam Kalimantan Tengah pada 2026. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng anjlok tajam hingga 34,71 persen. Dari sebelumnya Rp8,3 triliun pada 2025, kini hanya tersisa sekitar Rp5,4 triliun. Kondisi ini memaksa Pemerintah Provinsi Kalteng mengerem ambisi dan mengerucutkan arah pembangunan secara ketat. Penurunan drastis ini bukan […]

  • Presiden Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Kecil di PNM Mekar di Bawah 9 Persen

    Presiden Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Kecil di PNM Mekar di Bawah 9 Persen

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas untuk meringankan beban pembiayaan masyarakat kecil dengan menginstruksikan penurunan suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar hingga di bawah 9 persen. Kebijakan itu diumumkan Presiden saat memberikan arahan di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menilai selama ini terjadi ketimpangan besar […]

expand_less