Jangan Minder karena Miskin! Agustiar Sabran Blak-blakan ke Mahasiswa Sambil Bagi Beras dan Masker KN95
- account_circle fe
- calendar_month Rab, 16 Sep 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar

Dok. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, berdialog dengan mahasiswa penerima bantuan
PALANGKA RRAYA, Dayaborneo – Kabut asap boleh menyelimuti langit Kalimantan Tengah, tapi semangat mahasiswa tak boleh ikut redup. Itulah pesan tegas yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat menyerahkan bantuan pangan kepada mahasiswa terdampak karhutla dan kekeringan, di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (16/9/2026).
Bukan bantuan basa-basi, tiap mahasiswa pulang membawa 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, ditambah multivitamin dan masker KN95 dari tangan Gubernur sendiri.
Agustiar tak segan blak-blakan di hadapan mahasiswa lintas kampus se-Kalteng itu. Baginya, pemerintah tak boleh cuma sibuk padamkan api, tapi juga wajib memastikan mahasiswa tak berjuang sendirian menghadapi dampak bencana asap dan kekeringan.
“Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak, InsyaAllah menerima bantuan. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi bukan soal nilainya. Yang penting kita bersama-sama merasakan perjuangan dan kesulitan yang dihadapi,” tegasnya.
Yang bikin momen ini terasa beda, Agustiar menyentil langsung soal mental mahasiswa yang berasal dari keluarga pas-pasan atau daerah terpencil. Ia menolak keras budaya minder yang kerap menghantui anak muda dari latar belakang ekonomi sulit.
“Jangan minder dan jangan rendah diri. Hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Kembali kepada diri kita sendiri, kemauan dan tekad kita,” tandasnya, disambut anggukan mahasiswa yang hadir.
Ia menantang generasi muda Kalteng untuk menjadikan krisis karhutla sebagai pelecut, bukan penghambat mimpi. Sebab di pundak merekalah arah pembangunan Bumi Tambun Bungai ke depan dipertaruhkan.
Tak lupa, Gubernur juga menyindir halus fenomena hoaks yang kerap beredar liar saat bencana. Ia mewanti-wanti mahasiswa agar tak asal share informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi di tengah situasi darurat asap yang rentan memicu keresahan.
Di balik panggung penyerahan bantuan ini, ada cerita perjuangan yang lebih besar: puluhan ribu relawan dikerahkan pemerintah, termasuk lebih dari seribu di antaranya anak muda dan mahasiswa yang rela turun tangan langsung ke lapangan.
Krisis air bersih pun tak luput jadi perhatian. Hampir dua juta liter air sudah didistribusikan, dilengkapi ratusan sumur bor multifungsi dan sejumlah depo air minum isi ulang yang tersebar demi memastikan warga tak kehausan di tengah kemarau panjang akibat karhutla.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Reza Prabowo menegaskan, perhatian terhadap mahasiswa ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata menjaga agar roda pendidikan tetap berputar meski Kalteng tengah diselimuti krisis.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Kalimantan Tengah.
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar