Ojol Tetap Berjuang di Tengah Kabut Asap Kalteng, Agustiar Sabran Salurkan Bantuan
- account_circle neha
- calendar_month Sen, 19 Okt 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar

Dok. Pengemudi ojol menerima bantuan sosial terdampak karhutla
DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengemudi ojek online (ojol) tetap harus turun ke jalan demi memenuhi kebutuhan hidup. Risiko beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik menjadi tantangan yang mereka hadapi saat mencari nafkah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan kepada para pengemudi ojol yang terdampak kondisi tersebut. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyerahkan bantuan secara simbolis di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (19/10/2026).
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng. Para pengemudi juga menerima multivitamin, masker KN95, serta makanan bergizi untuk membantu menjaga kesehatan selama beraktivitas di tengah kabut asap.
Bagi pengemudi ojol, aktivitas di luar ruangan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Mereka tetap harus melayani mobilitas masyarakat, sementara kondisi udara akibat karhutla menambah tantangan ketika bekerja di jalan.
Agustiar Sabran menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akibat karhutla. Ia berharap bantuan tersebut bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para pengemudi beserta keluarga mereka.
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk perhatian Pemprov Kalteng kepada masyarakat yang tetap bekerja di tengah dampak karhutla. Namun, bantuan pangan dan perlengkapan kesehatan juga perlu dipahami sebagai dukungan untuk meringankan kebutuhan warga, bukan penyelesaian terhadap persoalan kebakaran itu sendiri.
Pemprov Kalteng turut mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatan selama kabut asap berlangsung. Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan memperhatikan perlindungan diri di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Selain itu, masyarakat diajak bersama-sama menjaga lingkungan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan menjadi bagian penting agar dampak karhutla tidak terus meluas dan semakin membebani kehidupan warga.
Bantuan untuk pengemudi ojol tersebut disalurkan sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla. Di sisi lain, perlindungan kesehatan dan pencegahan kebakaran tetap menjadi hal penting selama ancaman kabut asap berlangsung di Kalimantan Tengah. (neha)
- Penulis: neha

Saat ini belum ada komentar