Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 12 Mei 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setwapres
DAYABORNEO, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan transportasi publik modern dengan meninjau langsung progres proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan, Selasa (12/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat. Mereka meninjau perkembangan konstruksi jalur lanjutan MRT yang akan menghubungkan kawasan pusat bisnis hingga Kota Tua Jakarta.
Di hadapan jajaran proyek, Gibran menegaskan pembangunan transportasi massal menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjawab persoalan kemacetan dan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus meningkat.
“Transportasi publik harus menjadi pilihan utama masyarakat. Karena itu pemerintah mendorong sistem yang aman, nyaman, terintegrasi, dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A saat ini telah mencapai sekitar 59 persen. Pemerintah menargetkan jalur Bundaran HI–Monas dapat mulai beroperasi pada akhir 2027, sebelum diperpanjang hingga kawasan Kota pada 2029 mendatang.
Gibran menilai kehadiran MRT telah mengubah pola mobilitas masyarakat Jakarta. Ia menyebut tingginya jumlah pengguna MRT fase pertama menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal modern.
“Sekarang masyarakat mulai terbiasa menggunakan transportasi publik. Ini perkembangan yang sangat positif,” katanya.
Selain MRT, pemerintah juga terus mendorong penguatan integrasi moda transportasi lain seperti LRT dan TransJakarta yang kini menjangkau kawasan penyangga ibu kota.
Wapres turut mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberikan layanan transportasi gratis bagi sejumlah kelompok masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, akses transportasi publik yang terjangkau menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang inklusif dan produktif.
“Ke depan, sistem transportasi publik harus semakin mudah diakses semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah berharap pembangunan MRT fase lanjutan mampu menjadi solusi jangka panjang terhadap kemacetan sekaligus memperkuat wajah Jakarta sebagai kota metropolitan modern yang ramah mobilitas dan rendah emisi. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar