Gubernur Agustiar: FBIM 2026 Tegaskan Budaya Dayak Bukan Pajangan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Ming, 17 Mei 2026
- visibility 232
- comment 0 komentar

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menyaksikan penampilan peserta Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBI) 2026, hingga selesai.
DAYABORNEO, Palangka Raya — Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 resmi dibuka dengan gegap gempita di Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026).
Dalam acara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran tampil langsung membuka pesta budaya terbesar masyarakat Dayak itu bersama Ketua TP-PKK Aisyah Thisia Agustiar Sabran.
Ribuan warga memadati arena festival saat parade budaya dari seluruh kabupaten memasuki kawasan utama kegiatan. Tabuhan gandang, tari tradisional, hingga atribut adat Dayak memenuhi pusat Kota Palangka Raya, menandai dimulainya perhelatan budaya tahunan kebanggaan Kalimantan Tengah.
Namun bagi Agustiar, FBIM bukan sekadar festival seremonial. “Budaya Dayak jangan hanya dijadikan tontonan tahunan. Ini identitas, harga diri, dan kekuatan daerah yang harus dijaga,” tegas Agustiar dalam sambutannya.
Ia menegaskan, masuknya FBIM ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi bukti bahwa budaya Kalimantan Tengah mulai diperhitungkan di tingkat nasional. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat pariwisata dan ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal.
“Jangan sampai kita punya budaya besar tapi hanya jadi penonton di daerah sendiri. Festival ini harus menghidupkan ekonomi rakyat, UMKM, seniman, hingga pelaku wisata,” ujarnya.
Pembukaan FBIM tahun ini juga dirangkai dengan Kalteng Expo serta pelepasan karnaval budaya yang menampilkan keberagaman etnis dan tradisi dari seluruh penjuru Bumi Tambun Bungai.
Sementara itu, Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menyebut FBIM sebagai ruang pemersatu masyarakat dalam semangat Huma Betang. Ia mengatakan festival budaya tersebut menjadi wajah toleransi dan kekayaan tradisi Kalimantan Tengah.
Berbagai lomba budaya tradisional turut digelar selama festival berlangsung, mulai dari manyipet, habayang, sepak sawut, hingga pemilihan Jagau dan Nyai Kalteng.
FBIM 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 23 Mei di sejumlah titik strategis Kota Palangka Raya. Pemerintah daerah berharap festival ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga mempertegas posisi budaya Dayak sebagai kekuatan masa depan Kalimantan Tengah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar