Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Agustiar Sabran Luruskan Maksud “Bercerai Kita Kawin Lagi”: Jangan Sibuk Cari Siapa yang Salah

Agustiar Sabran Luruskan Maksud “Bercerai Kita Kawin Lagi”: Jangan Sibuk Cari Siapa yang Salah

  • account_circle fe
  • calendar_month Sel, 13 Okt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menjelaskan maksud di balik ucapannya, “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi,” yang belakangan menjadi perbincangan publik. Ia menegaskan, kalimat tersebut merupakan candaan untuk mengingatkan pentingnya kebersamaan, bukan ajakan untuk memperdebatkan persoalan.

Agustiar menyampaikan penjelasan itu saat menanggapi berbagai persoalan yang muncul di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, situasi yang dihadapi daerah tidak seharusnya membuat berbagai pihak sibuk mencari kesalahan satu sama lain. Yang lebih dibutuhkan adalah kemauan bersama untuk menemukan solusi.

“Lihat di mana-mana itu memperdebatkan, mempermasalahkan. Habis itu apa namanya? Siapa yang salah? Terus berdebat terus, ya kan? Enggak ada lagi waktu kita begitu,” ujarnya, saat diwawancara di Kantor Gubernur setempat, Senin (12/10/2026) siang.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengesampingkan perselisihan dan memperkuat kerja sama. Agustiar menilai, kebersamaan akan membantu berbagai pihak mengantisipasi persoalan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Kalau kita bersatu kita kuat sehingga ada kebersamaan kita. Semua mudah mengantisipasi hal-hal begini. Tapi diiringi dengan niat dan kemauan dan kesadaran kita. Itu maksudnya,” katanya.

Agustiar kemudian menegaskan bahwa ungkapan yang menjadi perhatian publik tersebut memang dilontarkan sebagai candaan.

“Jadi ada kebakaran begini samalah kadang-kadang kami bercanda sebenarnya, kami bercanda aja. Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi. Maksudnya bercanda,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya pihak yang belum puas dengan hasil kontestasi politik. Namun, dalam wawancara tersebut, Agustiar tidak menjelaskan lebih jauh siapa yang dimaksud.

Bagi Agustiar, inti persoalannya bukan terletak pada perdebatan mengenai siapa yang benar atau salah, melainkan bagaimana semua pihak dapat bergerak bersama.

Ia mengingatkan bahwa ketika perbedaan terus dipertajam dan kerja sama diabaikan, masyarakat justru berisiko menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kalau kita cerai-berai yang korban siapa?” ucapnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan atas pesan yang ingin disampaikannya: menghadapi persoalan daerah membutuhkan persatuan, kesadaran, dan tindakan nyata, bukan perdebatan tanpa ujung. (fe) 

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program CSR Ada, Pemprov Kalteng Desak Perusahaan Jangan Lepas Tangan dari Jalan Rusak

    Program CSR Ada, Pemprov Kalteng Desak Perusahaan Jangan Lepas Tangan dari Jalan Rusak

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan menjadi solusi cepat untuk perbaikan jalan rusak di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng secara terbuka menyoroti minimnya komitmen perusahaan, khususnya di wilayah timur yang infrastrukturnya kian memprihatinkan. Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengungkapkan, dari sekitar 39 perusahaan yang diundang dalam […]

  • Katingan Percepat Digitalisasi Keuangan Desa, Aparatur Didorong Tinggalkan Sistem Tunai

    Katingan Percepat Digitalisasi Keuangan Desa, Aparatur Didorong Tinggalkan Sistem Tunai

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Kabupaten Katingan terus memperkuat reformasi tata kelola keuangan desa dengan mendorong penerapan sistem transaksi non-tunai di seluruh pemerintahan desa. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan anggaran desa yang lebih transparan, akuntabel, dan minim risiko penyimpangan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa terkait penatausahaan dan […]

  • Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

    Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 246
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Di balik jargon pembangunan dan investasi, kerusakan hutan Indonesia terus menyisakan pertanyaan mendasar: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung akibatnya? Data terbaru menunjukkan, kerusakan kawasan hutan bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga lubang besar dalam keuangan negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, potensi kerugian negara akibat kerusakan hutan mencapai […]

  • Junaidi Minta Pelajar Fokus Sekolah, Jangan Terjun Langsung Padamkan Karhutla

    Junaidi Minta Pelajar Fokus Sekolah, Jangan Terjun Langsung Padamkan Karhutla

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kepedulian pelajar terhadap kondisi lingkungan patut diapresiasi. Namun, keterlibatan siswa dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara langsung dinilai perlu dibatasi demi menjaga kesehatan dan keselamatan mereka. Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengatakan masyarakat yang ikut membantu menangani kebakaran menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Meski demikian, pelajar sebaiknya tidak […]

  • Kuliah Gratis, Turun ke Sawah, Kantongi Rp10 Juta Sebulan — Ini Tawaran Pemprov Kalteng buat Anak Muda

    Kuliah Gratis, Turun ke Sawah, Kantongi Rp10 Juta Sebulan — Ini Tawaran Pemprov Kalteng buat Anak Muda

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 81
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kabar menggembirakan buat generasi muda Bumi Tambun Bungai yang ingin kuliah sekaligus punya penghasilan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka jalur pendidikan vokasi D3 dengan beasiswa penuh, plus bonus yang tak main-main: potensi kantong tebal lewat program Brigade Pangan. Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengungkap, beasiswa penuh ini digulirkan lewat kerja sama dengan […]

  • DPRD Kalteng Prioritaskan Raperda Konflik Pertanahan Pada Sidang II 2026

    DPRD Kalteng Prioritaskan Raperda Konflik Pertanahan Pada Sidang II 2026

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggeber agenda Masa Persidangan II Tahun 2026. Melalui Rapat Badan Musyawarah (Banmus), DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyusun ulang jadwal kegiatan legislatif, dengan Raperda Konflik Pertanahan muncul sebagai salah satu isu paling krusial yang akan dibahas dalam waktu dekat. Rapat Banmus berlangsung di Ruang Rapat […]

expand_less