Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Razia Tanpa Solusi, APR Kalteng Tegaskan Penambang Rakyat Kian Terdesak

Razia Tanpa Solusi, APR Kalteng Tegaskan Penambang Rakyat Kian Terdesak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Penertiban terhadap penambang emas rakyat di Kalimantan Tengah kian memantik kritik. Aliansi Penambang Rakyat Kalteng (APR-KT) menilai langkah razia yang terus dilakukan tanpa diiringi kemudahan perizinan justru menekan masyarakat kecil dan berpotensi menciptakan masalah sosial baru.

Dalam audiensi bersama DPRD Kalimantan Tengah, Selasa (14/4/2026), Ketua Umum DPD APR Kalteng, Agus Prabowo Yesto, menyampaikan bahwa kebijakan penertiban saat ini dinilai belum menyentuh akar persoalan.

“Kalau izin dipersulit, yang bisa hanya orang-orang berduit. Sementara penambang kecil akan semakin terpinggirkan,” tegasnya.

Ia menilai, penegakan di lapangan terlihat tegas, namun tidak diimbangi dengan akses legalitas yang memadai bagi penambang tradisional. Kondisi ini membuat masyarakat berada pada posisi serba salah—tetap menambang berisiko ditindak, berhenti bekerja berarti kehilangan penghasilan.

APR Kalteng mengingatkan, situasi tersebut berpotensi melahirkan gelombang kemiskinan baru, khususnya di wilayah yang bergantung pada aktivitas tambang rakyat. Penambang kecil yang tidak mampu mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR) berisiko tersingkir dari ruang hidupnya sendiri.

“Ini bukan sekadar soal izin, ini soal keberlangsungan hidup masyarakat. Jangan sampai rakyat kecil didorong keluar dari sumber penghidupannya,” ujarnya.

Selain itu, APR Kalteng juga menyoroti lemahnya pelibatan masyarakat dalam penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kebijakan yang tidak berbasis aspirasi lokal dinilai membuka potensi konflik di lapangan.

“Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri,” katanya.

APR Kalteng secara tegas mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi pola penertiban yang berjalan saat ini. Mereka meminta proses perizinan dipermudah, bahkan digratiskan bagi penambang kecil agar tercipta keadilan.

Menurut Agus, tanpa langkah konkret dari pemerintah, penertiban hanya akan menjadi tekanan sepihak yang tidak menyelesaikan persoalan. Ia menegaskan, pengelolaan sumber daya alam harus berpihak pada rakyat, bukan justru mempersempit ruang hidup mereka.

APR Kalteng memastikan akan terus mengawal isu ini dan mendorong pembahasan lanjutan di DPRD hingga menghasilkan kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada masyarakat kecil. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAPBD 2027 Disorot, DPRD Kalteng Desak Karhutla dan Kemiskinan Jadi Prioritas

    RAPBD 2027 Disorot, DPRD Kalteng Desak Karhutla dan Kemiskinan Jadi Prioritas

    • calendar_month Sel, 15 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (15/9/2026), berlangsung dengan sorotan tajam dari fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kalteng Riska Agustina ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, yang hadir mewakili Gubernur […]

  • Pemprov Kalteng Dorong Penguatan Kolaborasi Pendidikan Demi Lahirkan Generasi Unggul

    Pemprov Kalteng Dorong Penguatan Kolaborasi Pendidikan Demi Lahirkan Generasi Unggul

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangkaraya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar forum konsolidasi pendidikan dasar dan menengah tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat arah kebijakan sektor pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Palangka Raya, menghadirkan para kepala dinas, pengawas, serta pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, Selasa (3/3/2026). Staf Ahli Gubernur […]

  • DPRD Kalteng Prioritaskan Raperda Konflik Pertanahan Pada Sidang II 2026

    DPRD Kalteng Prioritaskan Raperda Konflik Pertanahan Pada Sidang II 2026

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggeber agenda Masa Persidangan II Tahun 2026. Melalui Rapat Badan Musyawarah (Banmus), DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyusun ulang jadwal kegiatan legislatif, dengan Raperda Konflik Pertanahan muncul sebagai salah satu isu paling krusial yang akan dibahas dalam waktu dekat. Rapat Banmus berlangsung di Ruang Rapat […]

  • 54 Paskibraka Kalteng Dikukuhkan, Amanah Merah Putih Menanti pada 17 Agustus

    54 Paskibraka Kalteng Dikukuhkan, Amanah Merah Putih Menanti pada 17 Agustus

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Detik-detik pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat. Di Kalimantan Tengah, sebanyak 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kini resmi menerima amanah untuk menjalankan tugas penting pada 17 Agustus 2026. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengukuhkan para Paskibraka Provinsi Kalteng Tahun 2026 dalam upacara yang berlangsung di Aula Jayang […]

  • Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan FAR diduga memiliki konflik kepentingan karena perusahaan yang memenangkan sejumlah proyek pemerintah merupakan milik keluarganya. “KPK menetapkan FAR selaku Bupati Pekalongan sebagai […]

  • Enam Fraksi DPRD Kalteng Bongkar Titik Rawan Perubahan APBD 2026

    Enam Fraksi DPRD Kalteng Bongkar Titik Rawan Perubahan APBD 2026

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Perubahan APBD Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 mulai mendapat sorotan tajam dari DPRD Kalteng. Enam fraksi menyampaikan sejumlah catatan yang menyentuh langsung persoalan pendapatan daerah, ruang fiskal, belanja publik, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pandangan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026 DPRD Provinsi Kalimantan […]

expand_less