Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
  • visibility 247
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Di balik jargon pembangunan dan investasi, kerusakan hutan Indonesia terus menyisakan pertanyaan mendasar: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung akibatnya? Data terbaru menunjukkan, kerusakan kawasan hutan bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga lubang besar dalam keuangan negara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, potensi kerugian negara akibat kerusakan hutan mencapai Rp175 triliun. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan hilangnya penerimaan negara, rusaknya ekosistem, serta membengkaknya biaya penanganan bencana ekologis yang pada akhirnya dibebankan kepada publik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan data internal KPK, luas hutan yang hilang akibat deforestasi di Indonesia telah mencapai 608.299 hektare. Luasan ini menggambarkan skala persoalan yang tidak bisa lagi dianggap insidental atau semata akibat faktor alam.

“Kerusakan hutan dalam angka di Indonesia yakni sebesar 608.299 hektare total deforestasi dan potensi kerugian negara dari sektor hutan sebesar Rp175 triliun,” tulis KPK melalui akun Instagram resminya @official.kpk, dikutip Selasa (6/1/2026).

Ironisnya, Indonesia justru dikenal sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan terluas di dunia. Berdasarkan Global Forest Resources, Indonesia menempati peringkat ke-8 dunia dengan luas hutan mencapai 95,9 juta hektare, atau sekitar 2 persen dari total hutan global. Kekayaan ini seharusnya menjadi modal keberlanjutan, bukan komoditas yang terus terkikis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kehutanan tidak hanya terletak pada aspek teknis pengelolaan, tetapi juga pada tata kelola, integritas perizinan, dan pengawasan. Di sinilah kerentanan praktik korupsi kerap muncul, terutama dalam pemberian izin pengelolaan kawasan hutan.

Sebagai respons, KPK meluncurkan Dashboard Jaga Hutan pada 19 Desember 2025. Platform ini membuka ruang diskusi publik sekaligus menyediakan kanal pelaporan bagi masyarakat yang menemukan dugaan korupsi di sektor kehutanan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pengawasan tidak bisa hanya bertumpu pada negara, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga.

Dalam penindakan, KPK telah menangani sedikitnya tiga kasus suap besar di sektor kehutanan, mulai dari pengelolaan kawasan hutan, alih fungsi lahan lindung, hingga penerbitan izin usaha perkebunan dan Hak Guna Usaha (HGU).

Deretan kasus tersebut menegaskan satu hal: kerusakan hutan bukan peristiwa tanpa pelaku. Selama tata kelola belum dibenahi secara serius, hutan akan terus menyusut, sementara kerugian negara kian membesar—dan publik kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkum Kalteng Kawal Lima Raperbup Gunung Mas

    Kanwil Kemenkum Kalteng Kawal Lima Raperbup Gunung Mas

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 275
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mengawal pembentukan produk hukum daerah yang berkualitas. Melalui Rapat Pengharmonisasian, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi, Kanwil Kemenkum Kalteng membahas lima Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Kabupaten Gunung Mas guna memastikan regulasi yang disusun memiliki landasan hukum kuat, selaras dengan aturan yang lebih […]

  • BNN Run 2026 Gaungkan Perang Melawan Narkoba

    BNN Run 2026 Gaungkan Perang Melawan Narkoba

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (28/6/2026), untuk mengikuti BNN Run 2026 dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Di balik semarak olahraga pagi itu, terselip pesan tegas: perang melawan narkoba tidak boleh berhenti. Sekitar 3.000 peserta dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Kepala […]

  • Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp6,62 Triliun Hasil Denda Kehutanan

    Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp6,62 Triliun Hasil Denda Kehutanan

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 198
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Kejaksaan RI dengan total nilai mencapai Rp6,62 triliun. Kegiatan tersebut berlangsung di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Uang sebesar Rp6,62 triliun tersebut terdiri atas dua sumber […]

  • RKAB Tambang Dibatasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja?

    RKAB Tambang Dibatasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja?

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Ketika aktivitas tambang berubah, dampaknya tidak berhenti di kawasan pertambangan. Ada pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional perusahaan, ada keluarga yang bergantung pada gaji bulanan, dan ada ekonomi daerah yang ikut bergerak dari aktivitas sektor tersebut. Karena itu, pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan menjadi isu yang tidak hanya menyangkut perusahaan dan produksi. […]

  • Paripurna DPRD Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pembangunan Kalteng

    Paripurna DPRD Jadi Momentum Perkuat Sinergi Pembangunan Kalteng

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Awal tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan DPRD untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menghadiri Rapat Paripurna ke-11 Penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 sekaligus Rapat Paripurna ke-1 Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, yang digelar […]

  • Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    Teras Narang Minta Pemerintah Kalteng Jangan Setengah Hati Tangani Karhutla

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Memasuki pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sedikitnya 472 kejadian karhutla yang telah melalap sekitar 456,78 hektare lahan. Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menilai kondisi tersebut harus […]

expand_less