Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menghadiri pertemuan strategis bersama Tim Komisi II DPR RI dan jajaran Kementerian ATR/BPN di Swiss-Belhotel Danum, Rabu malam (22/4/2026).

Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyelaraskan arah kebijakan agraria yang selama ini dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan.

Sejumlah pejabat kunci hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf, serta Wakil Menteri ATR/BPN RI Ossy Dermawan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu pertanahan di Kalimantan Tengah tidak lagi dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan agenda strategis nasional.

Kepala Kantor Wilayah BPN Kalteng, Fitriyani Hasibuan, membuka forum dengan menekankan pentingnya momentum kunjungan kerja ini untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai, tanpa sinergi yang solid, berbagai program reforma agraria akan sulit berjalan optimal.

Linae Victoria Aden kemudian memastikan bahwa agenda tidak berhenti pada pertemuan formal. Ia memaparkan rangkaian kegiatan lanjutan yang telah disiapkan, mulai dari olahraga bersama Gubernur Agustiar Sabran di Istana Isen Mulang, kunjungan ke kantor BPN, hingga rapat koordinasi di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur.

“Seluruh rangkaian ini kami dorong untuk menghasilkan langkah konkret, terutama dalam sinkronisasi kebijakan agraria dan tata ruang,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat dan daerah mulai mempercepat penyelarasan kebijakan, terutama dalam menghadapi tantangan klasik seperti tumpang tindih lahan, keterbatasan akses tanah, dan perlambatan implementasi program agraria.

Kini, publik menanti hasil nyata dari rangkaian pertemuan tersebut. Tanpa eksekusi yang jelas, koordinasi yang terbangun berisiko kembali menjadi rutinitas formal tanpa dampak signifikan bagi penyelesaian persoalan pertanahan di Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Edy Pratowo Tegas: Musim Kemarau Bukan Waktu Membakar Hutan

    Wagub Edy Pratowo Tegas: Musim Kemarau Bukan Waktu Membakar Hutan

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 63
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Ketika musim kemarau tiba, aktivitas pembakaran hutan tidak bisa dibenarkan. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menegaskan aturan tetap berlaku, termasuk terhadap pembakaran yang dikaitkan dengan alasan tertentu maupun kearifan lokal. Edy menyebut pemerintah daerah sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur batas aktivitas pembakaran. Regulasi tersebut membedakan kegiatan yang diperbolehkan […]

  • KPK Bongkar Celah Anggaran di Barito Timur

    KPK Bongkar Celah Anggaran di Barito Timur

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar sejumlah celah dalam tata kelola anggaran di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah III, KPK menemukan berbagai anomali dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga pengadaan barang dan jasa yang dinilai rawan disusupi praktik penyimpangan. Temuan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi […]

  • Agustiar Sabran Salurkan Bantuan untuk Jemaat Gereja Terdampak Karhutla di Palangka Raya

    Agustiar Sabran Salurkan Bantuan untuk Jemaat Gereja Terdampak Karhutla di Palangka Raya

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
    • account_circle fe
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menyasar jemaat dan pelayan gereja dari berbagai denominasi. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turun langsung menemui mereka sekaligus mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Pertemuan berlangsung di halaman Gereja GPIB Ebenhaezer, Jalan Baban, Palangka Raya, Minggu (18/10/2026). Sejumlah pendeta, pastor, penjaga gereja […]

  • Pemprov Kalteng Distribusikan Bansos KHBS untuk 300 Ribu KK

    Pemprov Kalteng Distribusikan Bansos KHBS untuk 300 Ribu KK

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 314
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyalurkan bantuan sosial terintegrasi melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial daerah. Pelepasan penyaluran dilakukan di halaman Kantor Gubernur Kalteng dengan menandai dimulainya distribusi bertahap ke seluruh kabupaten dan kota, bertempat di Halaman Kantor Gubernur, […]

  • HUT PAN ke-28 di Palangka Raya,  Santuni Ratusan Anak Yatim

    HUT PAN ke-28 di Palangka Raya,  Santuni Ratusan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Palangka Raya diisi dengan kegiatan sosial. DPD PAN Kota Palangka Raya memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim di sekretariat partai, Jalan Garuda, Minggu (23/8/2026) siang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rasa syukur PAN yang telah memasuki usia 28 tahun. Anak-anak dari […]

  • Apa itu Reforma Agraria?

    Apa itu Reforma Agraria?

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Reforma agraria bukan sekadar program bagi-bagi tanah. Ia adalah strategi besar negara untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih adil dan produktif. Dalam konteks Indonesia, reforma agraria menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan, menyelesaikan konflik lahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Secara sederhana, reforma agraria mencakup dua pilar utama: […]

expand_less