Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 4000 Bankai Ayam Jadi Simbol Protes: Sampai Kapan Palangka Raya Dibiarkan Gelap?

4000 Bankai Ayam Jadi Simbol Protes: Sampai Kapan Palangka Raya Dibiarkan Gelap?

  • account_circle neha
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Kesabaran masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir di Palangka Raya kembali diuji. Bukan lagi sekadar berteriak atau membentangkan spanduk, massa Gerakan Palangka Raya Gelap Jilid VII membawa bangkai ayam ke Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Jumat (30/10/2026).

Bangkai-bangkai tersebut menjadi simbol protes atas dampak pemadaman listrik yang menurut para peserta aksi telah merugikan peternak. Di balik aksi itu, ada persoalan yang lebih besar: kepastian pelayanan listrik dan nasib masyarakat yang aktivitas ekonominya bergantung pada pasokan energi.

Peternak bernama Satrio mengaku kehilangan sekitar 7.000 ekor ayam berusia 16 hari. Ia memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp200 juta.

Menurut Satrio, genset cadangan yang seharusnya menjadi penopang ketika listrik padam justru kembali mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat peternakannya menghadapi persoalan serius saat pasokan listrik terputus.

Kerugian sebesar itu tentu bukan persoalan kecil bagi pelaku usaha. Karena itu, tuntutan agar pasokan listrik segera dinormalkan tidak bisa hanya dipandang sebagai keluhan pelanggan biasa.

Juru bicara aliansi, Fiteli Waruwu, menyebut sekitar 4.000 bangkai ayam dibawa dalam aksi tersebut. Jumlah itu, menurutnya, baru sebagian dari total sekitar 7.000 ayam yang dilaporkan mati.

Yang juga dipertanyakan massa adalah kepastian penyelesaian gangguan listrik. Fiteli mengingatkan bahwa dalam aksi sebelumnya, PLN disebut menyampaikan target perbaikan mesin pada awal September. Namun, hingga 30 Oktober, pemadaman bergilir masih menjadi persoalan yang mereka suarakan.

Pertanyaan publik pun tidak berhenti pada kapan listrik kembali normal. Masyarakat juga membutuhkan penjelasan terbuka mengenai sumber gangguan, langkah penanganan, dan alasan persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan.

Dalam aksi jilid ketujuh ini, massa kembali mendesak penghentian pemadaman bergilir dan meminta PLN membuka informasi mengenai kondisi sistem kelistrikan. Mereka juga menuntut pencopotan General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah beserta jajaran manajer PLN di Kalimantan Tengah.

Fiteli bahkan memperingatkan bahwa aksi lanjutan masih mungkin dilakukan apabila pemadaman bergilir tidak dihentikan.

Di tengah tuntutan tersebut, persoalan kompensasi bagi peternak terdampak juga belum memperoleh kejelasan menurut pihak massa. Koordinasi yang disebut pernah dibangun dengan PLN belum memberikan kepastian yang mereka harapkan.

Di sinilah persoalan pelayanan publik perlu mendapat perhatian serius. Ketika gangguan listrik berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat, penjelasan teknis saja tidak cukup. Publik membutuhkan keterbukaan informasi, langkah penyelesaian yang terukur, dan kejelasan tindak lanjut terhadap laporan kerugian.

PLN tentu berhak memberikan penjelasan mengenai kondisi teknis yang menyebabkan gangguan pasokan listrik. Namun, masyarakat juga berhak mendapatkan jawaban yang jelas atas persoalan yang mereka hadapi.

Tujuh kali aksi seharusnya menjadi alasan bagi semua pihak untuk tidak lagi menganggap persoalan ini sebagai keluhan biasa.

Palangka Raya membutuhkan kepastian, bukan sekadar penjelasan yang terus dinantikan. Sebab, bagi masyarakat dan pelaku usaha, listrik bukan hanya soal terang atau gelap, tetapi juga menyangkut keselamatan aktivitas, keberlangsungan usaha, dan kepercayaan terhadap pelayanan publik.

  • Penulis: neha

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Tantang IKA PMII Kalteng Berkontribusi Nyata Untuk Masayrakat

    Wagub Tantang IKA PMII Kalteng Berkontribusi Nyata Untuk Masayrakat

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara terbuka menantang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) untuk tidak sekadar menjadi organisasi alumni, tetapi tampil sebagai kekuatan intelektual yang berani, kritis, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah. \Pesan tegas ini mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Ramah Tamah serta Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus […]

  • Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Kalteng Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

    Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Kalteng Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengunci arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Aula Jayang Tingang, Selasa (17/3/2026). Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka langsung forum tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang tegas, terukur, dan berpihak pada rakyat. Musrenbang ini menjadi panggung sinkronisasi antara pemerintah […]

  • Siap-siap! Ribuan Pelanggan PLN di Palangka Raya Barat Bakal 'Gelap Gulita' Selasa Siang Ini

    Siap-siap! Ribuan Pelanggan PLN di Palangka Raya Barat Bakal ‘Gelap Gulita’ Selasa Siang Ini

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Aktivitas warga di kawasan Palangka Raya Barat diperkirakan bakal terganggu siang ini. Pasalnya, PLN ULP Palangka Raya Barat mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik sementara di sejumlah titik wilayah kerjanya, tepat pada Selasa, (1/8/ 2026), mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Lewat pengumuman resminya, PLN menyebut langkah ini terpaksa diambil demi menangani […]

  • Pemkab dan DPRD Bartim Nyatakan Terbuka terhadap Pengawasan KPK

    Pemkab dan DPRD Bartim Nyatakan Terbuka terhadap Pengawasan KPK

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah Kabupaten dan DPRD Barito Timur menyatakan terbuka terhadap pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul berbagai temuan dan evaluasi tata kelola anggaran daerah yang disampaikan dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5). Sikap terbuka itu disampaikan setelah KPK menyoroti sejumlah persoalan dalam pengelolaan anggaran, mulai dari […]

  • Ekspor Batubara Tak Lagi Bebas, Pemerintah Terapkan Aturan Baru

    Ekspor Batubara Tak Lagi Bebas, Pemerintah Terapkan Aturan Baru

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah resmi mengubah mekanisme ekspor batubara dengan menerapkan aturan baru yang memperkuat pengawasan terhadap komoditas sumber daya alam strategis. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menata perdagangan batubara agar berlangsung lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Aturan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 31/MK/BC/2026 yang mulai berlaku efektif sejak 1 Juni […]

  • Polisi Kehutanan Penjaga Hutan, Ini Tugas dan Fungsinya

    Polisi Kehutanan Penjaga Hutan, Ini Tugas dan Fungsinya

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 395
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Polisi Kehutanan (Polhut) Kalimantwn Tengah baru saja melakasanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polhut ke-59 yang digelar di Persemaian Permanen Hiu Putih, Palangka Raya, Senin (29/12/2025) pagi. Peringatan ini menjadi momentum untuk menguatkan komitmen perlindungan hutan di tengah tantangan kejahatan kehutanan yang semakin kompleks. Polisi Kehutanan merupakan aparatur sipil negara […]

expand_less