AMPI Kalteng Cari Nahkoda Baru, Wagub Titip Pesan: Generasi Muda Jangan Jadi Penonton
- account_circle D'Borneo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat memberikan sambutan.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Musyawarah Daerah (Musda) VIII Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kalimantan Tengah menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan itu untuk menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus menjawab tantangan regenerasi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Musda yang digelar di Ballroom Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya, Minggu (14/6/2026), dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo.
Di hadapan kader AMPI dari berbagai kabupaten dan kota, Edy mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu melahirkan kader-kader yang siap bersaing, memiliki kapasitas kepemimpinan, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran AMPI yang selama ini telah berperan aktif dalam pembinaan generasi muda serta mendukung pembangunan daerah melalui berbagai kegiatan positif,” ujar Edy.
Edy menegaskan, tantangan pembangunan ke depan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program, termasuk pendidikan gratis dan beasiswa.
Baginya, investasi terbesar daerah bukan semata pembangunan fisik, melainkan mencetak generasi muda yang mampu menjadi penggerak perubahan.
Sementara itu, Ketua DPD AMPI Kalimantan Tengah, Hj. Windarti, menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan agar organisasi tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anak muda saat ini.
Musda VIII AMPI Kalteng juga menjadi ajang konsolidasi organisasi menjelang terpilihnya kepengurusan baru. Forum tersebut diikuti pengurus dan kader AMPI dari seluruh penjuru Kalimantan Tengah.
Di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat, AMPI dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul kader politik, tetapi juga ruang melahirkan gagasan, kepemimpinan, dan solusi bagi daerah.
Musda kali ini pun bukan hanya soal memilih ketua baru, melainkan menguji sejauh mana AMPI mampu menyiapkan generasi muda Kalimantan Tengah untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah di masa depan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar