NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi
- account_circle fe
- calendar_month Rab, 2 Sep 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar

Dok. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan rilis statistik terhadap NTP
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kondisi ekonomi petani di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng mencapai 139,53, naik 1,88 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 136,95.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi pertanian.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan peningkatan NTP terjadi pada sejumlah subsektor pertanian.
“NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 naik sebesar 1,88 persen dibanding Juli 2026, yaitu dari 136,95 menjadi 139,53,” kata Toto, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan catatan BPS, kenaikan terbesar terjadi pada subsektor hortikultura yang mencapai 3,83 persen. Kemudian Tanaman Perkebunan Rakyat naik 2,44 persen dan Tanaman Pangan meningkat 0,75 persen.
Toto menjelaskan NTP menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kemampuan atau daya beli petani, khususnya di wilayah perdesaan.
“NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” jelasnya.
Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami kenaikan. Pada Agustus 2026, NTUP tercatat 142,82, meningkat 1,33 persen dibandingkan Juli sebesar 140,94.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) masyarakat perdesaan Kalteng naik 0,30 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
“Peningkatan IKRT sebesar 0,30 persen disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 1,80 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen, serta kesehatan sebesar 0,21 persen,” ujar Toto.
Pergerakan NTP dan NTUP tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi rumah tangga petani Kalteng. Kenaikan indikator tersebut menunjukkan adanya perubahan positif pada kemampuan petani dalam menjalankan usaha sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar