Gema Pancasila 2026 Ditegaskan Jadi Benteng Ideologi Bangsa
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026
- visibility 104
- comment 0 komentar

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital.
Penegasan itu mengemuka saat pembukaan Gema Pancasila Tahun 2026 bertema “Dari Nilai ke Aksi Nyata” di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (2/2/2026).
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Darliansyah, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia menekankan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan normatif, tetapi harus hadir sebagai pedoman konkret dalam kehidupan sosial, politik, hingga ruang digital.
Darliansyah menilai era digital membawa tantangan serius bagi ketahanan ideologi bangsa. Arus informasi yang tidak terkendali, hoaks, dan disinformasi berpotensi melemahkan nilai kebangsaan jika tidak diimbangi dengan pemahaman ideologis yang kuat.
“Pancasila tidak cukup dipahami, tetapi harus dijalankan secara nyata dalam perilaku masyarakat, khususnya generasi muda,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki modal sosial yang kuat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan nilai-nilai Pancasila.
Darliansyah menegaskan falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat menjadi bukti nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah yang menjunjung kebersamaan, toleransi, dan persatuan.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI, Timoteus Olong, menyebut Gema Pancasila sebagai langkah strategis menghadapi tantangan globalisasi dan penetrasi budaya asing yang memengaruhi pola pikir generasi muda.
“Kegiatan ini memperkuat karakter kebangsaan, nasionalisme, serta semangat gotong royong menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kegiatan Gema Pancasila 2026 dihadiri jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta pelajar dan guru pendamping dari 15 SMA/sederajat di Kota Palangka Raya sebagai upaya menanamkan nilai Pancasila sejak dini di Bumi Tambun Bungai. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar