Prabowo Ingin Kampus Jadi Problem Solver Daerah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 4 Mei 2026
- visibility 71
- comment 0 komentar

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)
DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengarahkan perguruan tinggi sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. Kampus tidak lagi hanya diposisikan sebagai ruang akademik yang menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi didorong menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah—dari pengelolaan sampah, penataan kawasan, hingga inovasi teknologi lingkungan.
Arah baru itu mengemuka setelah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, bertemu Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya koneksi yang lebih kuat antara dunia akademik dan kebutuhan pembangunan di lapangan.
Menurut Brian, Presiden ingin keahlian para dosen, peneliti, dan guru besar di berbagai disiplin ilmu benar-benar digunakan untuk membantu daerah menyelesaikan persoalan yang selama ini berulang tanpa solusi jangka panjang.
“Presiden meminta kami memastikan kampus bisa hadir lebih konkret membantu pemerintah daerah, dengan kekuatan keilmuan yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi,” kata Brian.
Ia menjelaskan, kolaborasi itu akan menyasar sektor-sektor strategis yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Bidang teknik lingkungan akan difokuskan pada pengolahan sampah dan sanitasi, arsitektur diarahkan untuk penataan ruang publik yang lebih manusiawi, sementara bidang teknologi dan rekayasa didorong menciptakan inovasi yang aplikatif bagi daerah.
Pemerintah kini menyiapkan skema agar setiap provinsi, kabupaten, dan kota memiliki dukungan tim akademik dari perguruan tinggi setempat. Tim ini nantinya menjadi mitra berpikir kepala daerah dalam merancang kebijakan berbasis data, riset, dan pendekatan ilmiah.
“Setiap daerah idealnya punya dukungan kampus sebagai pusat gagasan dan penyedia solusi. Itu yang sedang kami siapkan agar berjalan sistematis,” ujarnya.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam orientasi pendidikan tinggi nasional. Jika sebelumnya kampus lebih banyak bergerak di ruang teori, kini pemerintah ingin ilmu pengetahuan hadir di tengah masyarakat—menjawab persoalan konkret, memberi dampak langsung, dan menjadi fondasi pembangunan Indonesia yang lebih cerdas, efisien, serta berkelanjutan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar