Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Wagub Edy Pratowo Tegas: Musim Kemarau Bukan Waktu Membakar Hutan

Wagub Edy Pratowo Tegas: Musim Kemarau Bukan Waktu Membakar Hutan

  • account_circle fe
  • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Ketika musim kemarau tiba, aktivitas pembakaran hutan tidak bisa dibenarkan. Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menegaskan aturan tetap berlaku, termasuk terhadap pembakaran yang dikaitkan dengan alasan tertentu maupun kearifan lokal.

Edy menyebut pemerintah daerah sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur batas aktivitas pembakaran. Regulasi tersebut membedakan kegiatan yang diperbolehkan dan tindakan yang dilarang.

“Kalau sudah masuk musim kemarau, memang tidak boleh,” kata Edy, Jumat (11/9/2026).

Menurut Edy, aturan daerah tidak berdiri sendiri. Pelaksanaan kebijakan juga harus mengikuti regulasi yang kedudukannya lebih tinggi. Salah satunya adalah Instruksi Presiden (Inpres) yang menjadi acuan dalam pelaksanaan aturan terkait pembakaran.

“Kan begini, Inpres itu lebih tinggi daripada Perda sesuai dengan kedudukannya. Jadi, kita harus menyesuaikan. Intinya begitu saja,” ujarnya.

Penegasan itu juga menyentuh persoalan kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian dari pengaturan aktivitas masyarakat. Edy mengatakan aspek tersebut bukan berarti seluruh bentuk pembakaran otomatis diperbolehkan.

“Di dalam aturan itu sudah ada yang memuat kearifan lokal, termasuk mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Itu sudah ada,” jelasnya.

Edy menegaskan ketentuan mengenai kearifan lokal dan batasan pembakaran sebenarnya telah tersedia dalam regulasi yang berlaku di Kalimantan Tengah.

Ia juga menyinggung keberlanjutan Perda serta kemungkinan adanya pencabutan atau revisi setelah persoalan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, menurut Edy, aturan yang membedakan aktivitas pembakaran berdasarkan ketentuan yang boleh dan tidak boleh dilakukan sudah tercantum dalam regulasi daerah.

Pesan Edy cukup jelas: memasuki musim kemarau, pembakaran bukan aktivitas yang bisa dilakukan begitu saja. Ketentuan daerah harus berjalan dengan tetap memperhatikan aturan yang lebih tinggi, sementara aspek kearifan lokal tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan regulasi. (fe) 

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi Kalimantan Tengah 2026 Diyakini Tetap Tumbuh Positif Di Tengah Tekanan Global

    Ekonomi Kalimantan Tengah 2026 Diyakini Tetap Tumbuh Positif Di Tengah Tekanan Global

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis perekonomian daerah tetap tumbuh positif sepanjang tahun 2026 meski dunia masih dibayangi perlambatan ekonomi global, gejolak geopolitik, dan fluktuasi pasar keuangan internasional. Optimisme tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank […]

  • WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

    WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025. Namun di balik capaian tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkap persoalan yang dinilai jauh lebih penting, yakni belum tepatnya formulasi Dana Alokasi Umum (DAU) dalam mencerminkan kebutuhan fiskal daerah. Catatan inilah yang menjadi perhatian Anggota […]

  • DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

    DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 385
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah kini memantik alarm serius di parlemen daerah. DPRD Kalteng mendesak pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan, setelah muncul dugaan kuat bahwa persoalan bukan sekadar lonjakan konsumsi, melainkan berkurangnya pasokan BBM di lapangan. Wakil Ketua III DPRD […]

  • Anggaran Kalteng Sempat Jebol Rp225 Miliar, Begini Cara Pemprov Menambalnya

    Anggaran Kalteng Sempat Jebol Rp225 Miliar, Begini Cara Pemprov Menambalnya

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 40
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Tekanan dari pusat berupa pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur ternyata cukup membuat pos anggaran Kalimantan Tengah goyah. APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 sempat mengalami defisit hingga Rp225 miliar sebelum akhirnya berhasil ditambal pemerintah provinsi. Kabar ini disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat membacakan Jawaban […]

  • Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan

    Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksanaan program MBG di Kalimantan Tengah mulai menuai sorotan serius. Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menegaskan pihak legislatif tidak akan tinggal diam melihat berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Ia mengungkapkan, DPRD telah menerima sejumlah laporan masyarakat yang mengindikasikan pelaksanaan program belum berjalan maksimal. Persoalan yang muncul tidak hanya bersifat […]

  • Ojol Tetap Berjuang di Tengah Kabut Asap Kalteng, Agustiar Sabran Salurkan Bantuan

    Ojol Tetap Berjuang di Tengah Kabut Asap Kalteng, Agustiar Sabran Salurkan Bantuan

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2026
    • account_circle neha
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengemudi ojek online (ojol) tetap harus turun ke jalan demi memenuhi kebutuhan hidup. Risiko beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik menjadi tantangan yang mereka hadapi saat mencari nafkah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan kepada para pengemudi ojol yang […]

expand_less