Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

DPRD Kalteng Sorot Krisis BBM, Junaidi Bongkar Dugaan Pasokan Menyusut di SPBU

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Antrian panjang bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah kini memantik alarm serius di parlemen daerah. DPRD Kalteng mendesak pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan, setelah muncul dugaan kuat bahwa persoalan bukan sekadar lonjakan konsumsi, melainkan berkurangnya pasokan BBM di lapangan.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, menyebut kondisi yang dialami masyarakat saat ini tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa. Menurutnya, antrean panjang yang terjadi hampir di banyak SPBU menunjukkan ada masalah serius dalam rantai distribusi energi di daerah.

“Masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, antrean terjadi di mana-mana. Ini bukan persoalan kecil. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat secara luas,” tegas Junaidi, Selasa (5/5/2026).

Yang mengejutkan, DPRD menemukan indikasi perbedaan mencolok antara laporan resmi dengan realitas distribusi di lapangan. Junaidi mengungkap, berdasarkan keterangan pihak Pertamina, kuota BBM untuk Kalimantan Tengah diklaim aman bahkan mengalami penambahan sekitar 12 persen. Namun fakta di SPBU justru menunjukkan arah sebaliknya.

Junaidi mengaku turun langsung melakukan pengecekan dan berbincang dengan petugas SPBU. Dari penelusuran itu, ia memperoleh informasi bahwa pasokan yang biasanya mencapai 16 tangki kini hanya sekitar 8 tangki.

“Kalau benar suplai turun separuh, wajar antrean makin panjang. Jadi jangan hanya bicara kuota di atas kertas, cek berapa yang benar-benar sampai ke SPBU,” ujarnya lantang.

DPRD pun meminta OPD teknis segera bergerak cepat melakukan audit distribusi dan verifikasi lapangan. Koordinasi dengan Pertamina juga dinilai mendesak untuk memastikan jalur distribusi BBM berjalan sesuai alokasi.

Bagi DPRD, persoalan ini bukan semata urusan antrean di SPBU, tetapi menyangkut denyut kehidupan masyarakat—mulai dari transportasi, logistik, hingga aktivitas ekonomi harian.

“Jangan sampai rakyat terus menunggu di bawah panas matahari, sementara data di meja menyebut semuanya aman. Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata, bukan sekadar angka laporan,” pungkas Junaidi. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

    Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Polemik marka jalan biru di Kota Palangka Raya sejatinya bukan lagi sekadar soal cat yang memudar. Persoalan itu telah berkembang menjadi isu tentang transparansi, kualitas pekerjaan publik, dan cara pejabat merespons pertanyaan masyarakat. Karena itu, publik tentu terkejut ketika Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, justru melontarkan kalimat bernada sinis kepada wartawan yang mempertanyakan […]

  • DPRD Kalteng Kritik Tindak Lanjut Rekomendasi Pemprov, Dinilai Masih Bersifat Administratif

    DPRD Kalteng Kritik Tindak Lanjut Rekomendasi Pemprov, Dinilai Masih Bersifat Administratif

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mengkritik tindak lanjut rekomendasi pemerintah daerah terhadap hasil evaluasi legislatif yang dinilai masih sebatas administratif dan belum menyentuh akar persoalan di lapangan. Kritik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, saat DPRD membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Tengah Tahun Anggaran […]

  • Publik Pertanyakan Keterbukaan PT GJP dalam Kerja Sama Pengelolaan Pluit Junction

    Publik Pertanyakan Keterbukaan PT GJP dalam Kerja Sama Pengelolaan Pluit Junction

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Rencana optimalisasi pengelolaan Mal Pluit Junction melalui kerja sama antara PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan PT Grha Jaya Pradana (GJP) memantik diskusi di ruang publik. Sejumlah pihak menilai perlu ada keterbukaan lebih luas, terutama menyangkut profil mitra swasta yang terlibat dalam pengelolaan aset milik daerah. Informasi kerja sama tersebut pertama kali disampaikan […]

  • Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

    Hutan Lenyap, Negara Merugi Rp175 Triliun: Siapa Diuntungkan dari Kerusakan Ini?

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 207
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Di balik jargon pembangunan dan investasi, kerusakan hutan Indonesia terus menyisakan pertanyaan mendasar: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung akibatnya? Data terbaru menunjukkan, kerusakan kawasan hutan bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga lubang besar dalam keuangan negara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, potensi kerugian negara akibat kerusakan hutan mencapai […]

  • Amukan Mandau di G Obos, Ibu dan Anak Terluka Parah

    Amukan Mandau di G Obos, Ibu dan Anak Terluka Parah

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Minggu pagi yang semula tenang di kawasan Jalan G Obos mendadak berubah menjadi arena kepanikan. Teriakan warga memecah suasana setelah seorang pria membawa mandau mengamuk dan menyerang warga di tengah permukiman padat penduduk. Dalam insiden yang menggemparkan tersebut, dua warga yang merupakan ibu dan anak, HA (45) dan AW (18), menjadi […]

  • WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

    WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025. Namun di balik capaian tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkap persoalan yang dinilai jauh lebih penting, yakni belum tepatnya formulasi Dana Alokasi Umum (DAU) dalam mencerminkan kebutuhan fiskal daerah. Catatan inilah yang menjadi perhatian Anggota […]

expand_less