Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

WTP Bukan Alasan, Teras Narang Desak Pemerintah Benahi Transfer ke Daerah

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta Pemerintah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025. Namun di balik capaian tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkap persoalan yang dinilai jauh lebih penting, yakni belum tepatnya formulasi Dana Alokasi Umum (DAU) dalam mencerminkan kebutuhan fiskal daerah.

Catatan inilah yang menjadi perhatian Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang. Menurutnya, penghargaan WTP seharusnya tidak membuat pemerintah pusat cepat puas, sementara persoalan ketimpangan fiskal daerah masih terjadi.

Dalam Sidang Paripurna Luar Biasa DPD RI, Rabu (1/7/2026), BPK RI menegaskan bahwa pengelolaan APBN dan APBD harus semakin terintegrasi sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Di sisi lain, auditor negara juga menemukan bahwa skema DAU tahun 2025 belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil celah fiskal di berbagai daerah.

Bagi Teras Narang, temuan tersebut bukan sekadar catatan administratif, melainkan sinyal bahwa formula transfer ke daerah masih perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Kalau indikator kebutuhan fiskal belum menggambarkan kondisi sebenarnya, dampaknya tentu ada daerah yang menerima anggaran tidak sesuai kebutuhan pembangunan. Ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Mantan Gubernur Kalimantan Tengah itu menilai reformasi kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah ruang fiskal pemerintah yang semakin terbatas. Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus benar-benar diarahkan pada daerah yang membutuhkan dukungan lebih besar.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah pusat tidak mengambil jalan pintas melalui kebijakan yang justru memperlemah kemampuan fiskal daerah. Sebaliknya, pembinaan, pendampingan, serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah perlu diperkuat agar pembangunan berjalan lebih efektif.

Teras turut mendukung rekomendasi DPD RI yang meminta pemerintah segera mengevaluasi sistem TKD untuk memperkuat pemerataan pembangunan, memberikan afirmasi lebih besar kepada wilayah kepulauan dan daerah 3T, serta meningkatkan perhatian pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan pengelolaan keuangan negara bukan hanya raihan opini WTP, melainkan sejauh mana APBN mampu menghadirkan keadilan fiskal bagi seluruh daerah di Indonesia. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kalteng Perkuat Kapasitas ASN Wujudkan Pelayanan Publik Berbasis HAM

    Pemprov Kalteng Perkuat Kapasitas ASN Wujudkan Pelayanan Publik Berbasis HAM

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai fondasi mewujudkan pelayanan publik yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi ASN Tahun 2026 yang dibuka Penjabat Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, […]

  • Pemprov Kalteng Perkuat Peta Risiko Bencana, Daerah Jangan Bergerak Saat Musibah Terjadi

    Pemprov Kalteng Perkuat Peta Risiko Bencana, Daerah Jangan Bergerak Saat Musibah Terjadi

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong perubahan pola penanggulangan bencana dari yang selama ini lebih banyak bersifat responsif menjadi berbasis mitigasi dan pemetaan risiko. Seluruh pemerintah kabupaten dan kota diminta tidak lagi menunggu bencana datang, tetapi mulai memperkuat langkah pencegahan melalui kajian yang terukur. Komitmen tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan […]

  • DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kasus yang menimpa Supiat, warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipaksa bekerja dalam jaringan online scam di Kamboja, memantik perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Legislator meminta pemerintah memperketat pengawasan perekrutan tenaga kerja agar tragedi serupa tidak kembali menimpa warga Kalteng. Wakil Ketua Komisi I […]

  • Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

    Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 34
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menghadiri pertemuan strategis bersama Tim Komisi II DPR RI dan jajaran Kementerian ATR/BPN di Swiss-Belhotel Danum, Rabu malam (22/4/2026). Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyelaraskan arah kebijakan agraria yang selama ini dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. Sejumlah pejabat […]

  • Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

    Rupiah Anjlok Tembus Rp18.000 per Dolar, Pemerintah Minta Publik Tetap Tenang

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS kembali memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat. Namun di tengah tekanan pasar yang meningkat, pemerintah meminta publik tidak terpancing kepanikan dan tetap melihat kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh. Pemerintah menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar saat ini masih terus dipantau […]

  • Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 119
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan transportasi publik modern dengan meninjau langsung progres proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat. Mereka meninjau perkembangan konstruksi jalur lanjutan […]

expand_less