Selasa, 15 Sep 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Kenapa Ada Hari Buruh Nasional dan Tetap Relevan Hari Ini

Kenapa Ada Hari Buruh Nasional dan Tetap Relevan Hari Ini

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Setiap 1 Mei, Indonesia memperingati Hari Buruh Nasional. Bagi sebagian orang, tanggal itu identik dengan hari libur, aksi damai serikat pekerja, atau momentum menyuarakan tuntutan kenaikan upah. Namun di balik penetapan itu, tersimpan sejarah panjang tentang perjuangan buruh, dinamika politik ketenagakerjaan, serta pengakuan negara terhadap peran pekerja sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Hari Buruh Nasional lahir bukan sebagai hadiah, melainkan sebagai hasil perjuangan kolektif kelas pekerja yang selama puluhan tahun memperjuangkan hak, keadilan, dan pengakuan sosial.

Jejak peringatan Hari Buruh di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak era kolonial. Catatan sejarah menunjukkan peringatan 1 Mei mulai dikenal di Hindia Belanda pada 1918, ketika organisasi buruh mulai tumbuh di tengah praktik kerja yang keras, upah rendah, dan minim perlindungan hukum. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948 bahkan mengatur hak pekerja, termasuk pengakuan terhadap waktu istirahat dan perlindungan kerja. Namun dinamika politik nasional membuat peringatan Hari Buruh sempat kehilangan ruang, terutama ketika isu perburuhan kerap dikaitkan dengan gerakan politik tertentu pada era Orde Baru.

Momentum besar datang pada 2013. Setelah desakan panjang dari serikat pekerja di berbagai daerah, pemerintah akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2013. Kebijakan itu menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya negara secara resmi menempatkan Hari Buruh sebagai bagian dari kalender nasional—setara dengan hari besar lainnya. Penetapan tersebut bukan hanya simbolis, tetapi juga menandai perubahan cara pandang negara terhadap buruh: dari objek produksi menjadi subjek pembangunan.

Secara ekonomi, alasan keberadaan Hari Buruh Nasional sangat relevan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai lebih dari 149 juta orang dalam beberapa tahun terakhir, dengan mayoritas bekerja di sektor formal maupun informal. Artinya, lebih dari separuh populasi produktif Indonesia menjadi penggerak utama konsumsi rumah tangga, produksi industri, distribusi barang, hingga penerimaan negara melalui pajak dan aktivitas ekonomi. Ketika pekerja sejahtera, daya beli naik; ketika daya beli naik, ekonomi bergerak. Sebaliknya, ketika kesejahteraan pekerja tertekan, konsumsi domestik—yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional—ikut melemah.

Analisis ekonomi menunjukkan Hari Buruh Nasional juga memiliki fungsi politik dan sosial. Negara membutuhkan ruang dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan korporasi, tetapi juga distribusi kesejahteraan yang lebih adil.

Mengapa Hari Buruh tetap relevan hari ini? Karena tantangan buruh terus berubah. Jika dulu pekerja melawan jam kerja tak manusiawi, kini mereka menghadapi ancaman baru: otomatisasi, kecerdasan buatan, ekonomi gig, outsourcing tanpa perlindungan, serta ketimpangan upah. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan struktur pasar kerja Indonesia masih didominasi sektor informal, yang berarti jutaan pekerja belum menikmati kepastian pendapatan dan perlindungan sosial memadai. Ini menegaskan bahwa semangat May Day belum selesai; ia hanya berganti wajah.

Karena itu, Hari Buruh Nasional bukan sekadar tanggal merah. Ia adalah simbol pengakuan negara bahwa di balik gedung-gedung tinggi, jalan tol, hasil panen, layanan publik, hingga kemajuan teknologi, ada jutaan pekerja yang bekerja setiap hari menjaga Ekonomi Indonesia tetap bergerak. Dan bangsa yang menghormati buruh, sejatinya sedang membangun masa depan ekonomi yang lebih kuat, inklusif, dan berkeadilan. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agustiar Saksikan Peluncuran 1.061 KMP, Kalteng Siap Bangun Ekonomi Desa

    Agustiar Saksikan Peluncuran 1.061 KMP, Kalteng Siap Bangun Ekonomi Desa

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 220
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa saat mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara daring, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu itu turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, unsur Forkopimda, […]

  • Pemprov Kalteng Distribusikan Bansos KHBS untuk 300 Ribu KK

    Pemprov Kalteng Distribusikan Bansos KHBS untuk 300 Ribu KK

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 303
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyalurkan bantuan sosial terintegrasi melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial daerah. Pelepasan penyaluran dilakukan di halaman Kantor Gubernur Kalteng dengan menandai dimulainya distribusi bertahap ke seluruh kabupaten dan kota, bertempat di Halaman Kantor Gubernur, […]

  • Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang layak direnungkan ketika melihat utang Amerika Serikat yang mendekati US$40 triliun: seberapa lama sebuah negara bisa terus menambah utang sebelum bunga utangnya sendiri mulai menggerus ruang geraknya? Pertanyaan itu bukan sekadar persoalan Amerika Serikat. Ketika ekonomi terbesar dunia harus mengeluarkan lebih dari US$3 miliar setiap hari hanya untuk membayar bunga utang, […]

  • Apa itu Reforma Agraria?

    Apa itu Reforma Agraria?

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Reforma agraria bukan sekadar program bagi-bagi tanah. Ia adalah strategi besar negara untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih adil dan produktif. Dalam konteks Indonesia, reforma agraria menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan, menyelesaikan konflik lahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Secara sederhana, reforma agraria mencakup dua pilar utama: […]

  • HUT Ke-69 Kalteng, Agustiar Kobarkan Semangat Isen Mulang

    HUT Ke-69 Kalteng, Agustiar Kobarkan Semangat Isen Mulang

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 69
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Lapangan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah,  menjadi saksi bagaimana semangat Isen Mulang kembali digaungkan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026). Di tengah tantangan ekonomi dan tuntutan pembangunan, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan Kalteng tidak boleh kehilangan arah dan keberanian untuk maju. Mengusung tema “Betang Huma Itah”, upacara HUT […]

  • Jam Pelajaran Sekolah di Kalteng Dipangkas, Ini Alasan di Baliknya

    Jam Pelajaran Sekolah di Kalteng Dipangkas, Ini Alasan di Baliknya

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Siswa di sejumlah sekolah Kalimantan Tengah mulai pekan ini bakal pulang lebih awal. Bukan karena libur, tapi karena setiap jam pelajaran kini dipersingkat, dari yang biasanya 45 menit menjadi hanya 30 menit. Kebijakan ini bukan tanpa sebab: kabut asap yang kian tebal di sejumlah wilayah dinilai sudah mengganggu proses belajar mengajar. […]

expand_less