Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api
- account_circle fe
- calendar_month Ming, 16 Agu 2026
- visibility 79
- comment 0 komentar

Dok. Medsos FB Disdamkarmat Palangka Raya
PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menunjukkan taringnya di Kota Palangka Raya. Kali ini, api membakar lahan kosong di kawasan Jalan Pasendeng Ujung, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Minggu (16/8/2026) malam.
Kebakaran dilaporkan warga melalui Call Center 112 sekitar pukul 18.24 WIB. Laporan tersebut langsung direspons Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palangka Raya dengan mengerahkan Tim Piket Regu 3 Mako Damkar.
Ada fakta yang membuat kejadian ini patut menjadi perhatian. Lahan yang terbakar diketahui merupakan kawasan yang sebelumnya juga pernah dilanda kebakaran.
Petugas bergerak cepat menggunakan satu unit armada Hino Ayaxx berkapasitas 6.000 liter. Hanya sekitar sembilan menit setelah laporan diterima, tim sudah tiba di lokasi dan langsung berjibaku memutus penyebaran api.
“Begitu tiba di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman untuk menekan penyebaran api dan memastikan kondisi di sekitar titik kebakaran tetap aman,” demikian langkah yang dilakukan tim di lapangan.
Penanganan Karhutla kali ini melibatkan sejumlah unsur. Selain Damkarmat Palangka Raya, turut bergabung BPBD Kota Palangka Raya, Dinas Kehutanan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah, kepolisian, serta relawan pemadam kebakaran.
Kolaborasi tersebut menjadi penting mengingat kebakaran lahan dapat berkembang cepat, terutama ketika kondisi vegetasi kering dan angin mendukung penyebaran api.
Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemeriksaan kembali dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Hingga proses penanganan berakhir, penyebab kebakaran belum diketahui. Informasi mengenai sumber api masih menunggu penyelidikan pihak berwenang.
Kebakaran di lahan yang sebelumnya pernah terbakar ini menjadi alarm bagi masyarakat. Di tengah ancaman Karhutla yang masih menghantui Palangka Raya, kewaspadaan dan pencegahan menjadi jauh lebih penting daripada menunggu api membesar.
Api boleh padam malam itu, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam. (mnc-neha)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar