Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Fraksi Golkar Minta Anggaran Penanganan Karhutla Kalteng Diperjelas

Fraksi Golkar Minta Anggaran Penanganan Karhutla Kalteng Diperjelas

  • account_circle fe
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Tengah meminta pemerintah memperjelas dukungan anggaran untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kebutuhan pemadaman, personel, sarana penanganan asap, hingga perlindungan masyarakat menjadi bagian yang mendapat perhatian.

Juru Bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Rahadian Fani, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026, Kamis (10/9/2026).

Rapat yang membahas pemandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2026 itu menjadi kesempatan bagi Fraksi Golkar menyampaikan sejumlah catatan terhadap arah perubahan anggaran.

Fraksi Golkar menilai dampak karhutla dan kabut asap tidak hanya dirasakan pada sektor lingkungan. Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, transportasi, perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Atas kondisi tersebut, koordinasi antar pemangku kepentingan dinilai perlu diperkuat, termasuk memastikan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.

“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi, mencegah penanganan di lapangan, serta perlindungan bagi masyarakat terdampak,” demikian disampaikan dalam pemandangan fraksi.

Fraksi Golkar juga mengajak masyarakat ikut mencegah terjadinya kebakaran dengan menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api. Jika menemukan ciri api atau kejadian kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya.

Dalam perubahan APBD 2026, Fraksi Golkar turut mencermati proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp5,319 miliar lebih yang meningkat sekitar Rp197,651 miliar lebih. Kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp175,9 miliar lebih.

Pada sisi belanja, belanja operasi turun sekitar Rp275,39 miliar lebih. Sementara belanja bantuan sosial meningkat sekitar Rp28,557 miliar lebih menjadi Rp143,561 miliar lebih. Belanja modal juga naik sekitar Rp103,506 miliar lebih menjadi Rp628,523 miliar lebih.

Fraksi Golkar meminta pemerintah menjelaskan arah realokasi tersebut dan memastikan tambahan belanja didukung kesiapan administrasi, teknis, dasar hukum serta waktu pelaksanaan yang memadai.

Untuk kebutuhan kebencanaan, fraksi meminta penjelasan mengenai anggaran pencegahan dan pemadaman karhutla, kebutuhan personel, sarana penanganan dampak asap serta perlindungan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Fraksi Golkar menyatakan Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD 2026 telah memenuhi syarat untuk diterima dan dibahas lebih lanjut sesuai tahapan yang berlaku. (fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gema Pancasila 2026 Ditegaskan Jadi Benteng Ideologi Bangsa

    Gema Pancasila 2026 Ditegaskan Jadi Benteng Ideologi Bangsa

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital. Penegasan itu mengemuka saat pembukaan Gema Pancasila Tahun 2026 bertema “Dari Nilai ke Aksi Nyata” di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (2/2/2026). Staf Ahli Gubernur Bidang […]

  • MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

    MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh direduksi sekadar urusan dapur dan distribusi makanan. Program ini disebut sebagai instrumen strategis negara untuk menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke desa-desa, termasuk di Kalimantan Tengah. Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, […]

  • Kalteng Puncaki Daftar Udara Terburuk Nasional, ISPU 96

    Kalteng Puncaki Daftar Udara Terburuk Nasional, ISPU 96

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 453
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Mengutip databoks Kualitas udara di Kalimantan Tengah mencatatkan kondisi terburuk secara nasional pada Minggu malam (8/2/2026). Data resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan angka ISPU Kalimantan Tengah mencapai 96 pada pukul 18.00 WIB, menempatkannya di posisi teratas provinsi dengan kualitas udara paling buruk di […]

  • NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah klaim membaiknya daya tukar petani di Kalimantan Tengah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengungkap fakta lain yang patut menjadi perhatian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Mei 2026, keuntungan usaha petani belum tentu ikut meningkat. BPS mencatat NTP Kalimantan Tengah naik tipis 0,21 persen, dari 139,43 […]

  • Kalteng Setor Rp5,56 Triliun ke Negara, Teras Narang: Harus Kembali Dirasakan Daerah

    Kalteng Setor Rp5,56 Triliun ke Negara, Teras Narang: Harus Kembali Dirasakan Daerah

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kalimantan Tengah kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu penopang penerimaan negara. Hingga akhir Mei 2026, penerimaan APBN dari provinsi ini menembus Rp5,56 triliun. Namun, besarnya kontribusi tersebut dinilai belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dukungan pembangunan yang lebih besar dari pemerintah pusat. Sorotan itu disampaikan anggota DPD RI […]

  • Kabut Asap Makin Pekat, Kemenag Palangka Raya Ubah Pola Belajar Sekolah Madrasah

    Kabut Asap Makin Pekat, Kemenag Palangka Raya Ubah Pola Belajar Sekolah Madrasah

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 39
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengubah aktivitas pendidikan di Kota Palangka Raya. Kementerian Agama (Kemenag) setempat meminta sejumlah madrasah menyesuaikan kegiatan belajar demi melindungi siswa dan tenaga pendidik. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Kemenag Kota Palangka Raya Nomor B/242/Kk.15.5.2/PP.00/08/2026 tertanggal 19 Agustus 2026. Surat itu ditujukan kepada […]

expand_less