Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 81
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah.

Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari sejumlah wilayah di Indonesia. Permasalahan paling mendasar dinilai muncul setelah dibubarkannya Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional, yang sebelumnya menjadi penghubung antar kementerian dan lembaga.

“Sekarang kewenangan tata ruang tersebar di banyak kementerian. Ada ruang udara di Kementerian Pertahanan, ruang laut di KKP, kawasan hutan di Kementerian Kehutanan, ruang darat di ATR/BPN, sampai ruang bawah tanah di Kementerian ESDM. Kalau tidak ada satu koordinasi kuat, maka tumpang tindih pembangunan sulit dihindari,” dikutip dari akun medsos Dr. Agustin Teras Narang, Rabu (27/5/2026).

Kondisi tersebut dinilai membuat banyak kebijakan pembangunan berjalan sendiri-sendiri tanpa keselarasan antar sektor. Akibatnya, konflik lahan dan persoalan perizinan terus bermunculan di daerah, termasuk benturan antara kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, hingga permukiman masyarakat adat.

DPD RI kini mendorong revisi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang agar lebih relevan dengan dinamika pembangunan nasional saat ini. Revisi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan masyarakat adat, masyarakat terdampak pembangunan, serta memperjelas aspek pidana dalam pelanggaran tata ruang.

“Kami mendorong pembentukan Badan Tata Ruang Nasional yang langsung berada di bawah Presiden. Lembaga ini harus punya kewenangan kuat untuk menyinkronkan seluruh kebijakan lintas kementerian,” tegas Teras.

Menurutnya, tanpa reformasi tata ruang yang serius, Indonesia akan terus menghadapi pembangunan yang tidak terkendali dan rawan memicu kerusakan lingkungan. Ia mencontohkan berbagai bencana ekologis di Sumatera dan sejumlah wilayah lain sebagai dampak lemahnya sinkronisasi tata ruang nasional.

DPD RI juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menanggalkan ego sektoral demi menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan, berkepastian hukum, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produksi Tambang Dipangkas, Pekerja Harus Tahu Haknya

    Produksi Tambang Dipangkas, Pekerja Harus Tahu Haknya

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Ketika produksi tambang dikurangi, yang berubah bukan hanya angka produksi perusahaan. Di belakang aktivitas tambang terdapat pekerja yang menerima upah setiap bulan, keluarga yang bergantung pada penghasilan tersebut, hingga masyarakat sekitar yang ikut bergerak karena aktivitas ekonomi perusahaan. Karena itu, setiap kebijakan efisiensi perusahaan tambang perlu dilihat dari dua sisi: keberlangsungan usaha dan perlindungan pekerja. […]

  • Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp6,62 Triliun Hasil Denda Kehutanan

    Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp6,62 Triliun Hasil Denda Kehutanan

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 183
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang hasil penagihan denda administratif kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Kejaksaan RI dengan total nilai mencapai Rp6,62 triliun. Kegiatan tersebut berlangsung di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Uang sebesar Rp6,62 triliun tersebut terdiri atas dua sumber […]

  • Huma Betang Night: Nama yang Kini Menjadi Identitas Kalimantan Tengah

    Huma Betang Night: Nama yang Kini Menjadi Identitas Kalimantan Tengah

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Sebuah nama bisa menjadi lebih dari sekadar penanda sebuah kegiatan. Di Kalimantan Tengah, istilah Huma Betang Night perlahan berkembang menjadi nama yang lekat dengan ruang kebersamaan, seni, hiburan rakyat dan penguatan identitas budaya daerah. Sepanjang 2026, Huma Betang Night tidak hanya digelar dalam satu momentum. Kegiatan ini hadir dalam rangkaian Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan […]

  • Waspada! PLN Setop Pasokan Listrik di Dua Wilayah Palangka Raya Siang Ini

    Waspada! PLN Setop Pasokan Listrik di Dua Wilayah Palangka Raya Siang Ini

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo — PT PLN (Persero) melakukan pemadaman listrik sementara di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Senin (7/9/2026). Langkah tersebut diambil menyusul adanya gangguan kelistrikan yang berdampak pada layanan kepada pelanggan. Berdasarkan pengumuman resmi, pemadaman kali ini dilakukan serentak oleh dua unit layanan pelanggan PLN, yakni ULP Palangka Raya Timur dan […]

  • Sepanjang 2025, KPK Terima 5.020 Laporan Gratifikasi

    Sepanjang 2025, KPK Terima 5.020 Laporan Gratifikasi

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah menerima 5.020 laporan gratifikasi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 4.220 laporan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, hingga Rabu (31/12/2025), total objek gratifikasi yang dilaporkan mencapai 5.799 item. “Penerimaan laporan gratifikasi tahun 2025 meningkat cukup tinggi. Tercatat sampai […]

  • Try Out Huma Betang 2026 Ukur Kesiapan Siswa Menuju Perguruan Tinggi

    Try Out Huma Betang 2026 Ukur Kesiapan Siswa Menuju Perguruan Tinggi

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Persiapan menghadapi pendidikan lanjutan tidak cukup hanya dengan belajar di ruang kelas. Para pelajar juga membutuhkan ruang untuk mengukur kemampuan, mengenali kekurangan, sekaligus membangun kepercayaan diri. Hal itu menjadi salah satu tujuan pelaksanaan Try Out Huma Betang 2026 di Palangka Raya, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti para pelajar sebagai sarana menguji kemampuan […]

expand_less