Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah.

Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari sejumlah wilayah di Indonesia. Permasalahan paling mendasar dinilai muncul setelah dibubarkannya Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional, yang sebelumnya menjadi penghubung antar kementerian dan lembaga.

“Sekarang kewenangan tata ruang tersebar di banyak kementerian. Ada ruang udara di Kementerian Pertahanan, ruang laut di KKP, kawasan hutan di Kementerian Kehutanan, ruang darat di ATR/BPN, sampai ruang bawah tanah di Kementerian ESDM. Kalau tidak ada satu koordinasi kuat, maka tumpang tindih pembangunan sulit dihindari,” dikutip dari akun medsos Dr. Agustin Teras Narang, Rabu (27/5/2026).

Kondisi tersebut dinilai membuat banyak kebijakan pembangunan berjalan sendiri-sendiri tanpa keselarasan antar sektor. Akibatnya, konflik lahan dan persoalan perizinan terus bermunculan di daerah, termasuk benturan antara kawasan hutan, pertambangan, perkebunan, hingga permukiman masyarakat adat.

DPD RI kini mendorong revisi Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang agar lebih relevan dengan dinamika pembangunan nasional saat ini. Revisi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan masyarakat adat, masyarakat terdampak pembangunan, serta memperjelas aspek pidana dalam pelanggaran tata ruang.

“Kami mendorong pembentukan Badan Tata Ruang Nasional yang langsung berada di bawah Presiden. Lembaga ini harus punya kewenangan kuat untuk menyinkronkan seluruh kebijakan lintas kementerian,” tegas Teras.

Menurutnya, tanpa reformasi tata ruang yang serius, Indonesia akan terus menghadapi pembangunan yang tidak terkendali dan rawan memicu kerusakan lingkungan. Ia mencontohkan berbagai bencana ekologis di Sumatera dan sejumlah wilayah lain sebagai dampak lemahnya sinkronisasi tata ruang nasional.

DPD RI juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar menanggalkan ego sektoral demi menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan, berkepastian hukum, dan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Tata Ulang Sektor Energi, Negara Disiapkan Pegang Kendali Lebih Besar

    Prabowo Tata Ulang Sektor Energi, Negara Disiapkan Pegang Kendali Lebih Besar

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai menata ulang arah kebijakan energi dan pertambangan nasional dengan menegaskan peran negara harus lebih dominan dalam pengelolaan sumber daya alam strategis. Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi baru dalam memperkuat kedaulatan energi sekaligus memaksimalkan penerimaan negara dari sektor tambang dan migas. Arah kebijakan tersebut mengemuka saat Presiden menerima […]

  • Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pengalihan pengelolaan Mall Pluit Junction oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada PT Grha Jaya Pradana (GJP) memicu sorotan dari kalangan akademisi. Selain memunculkan keluhan dari para tenant yang kehilangan akses ruang usaha, kebijakan tersebut juga dinilai perlu diuji dari sisi hukum, mengingat Pluit Junction merupakan aset daerah yang selama ini dikelola oleh […]

  • Agustiar Pasang Alarm Antikorupsi di Kalteng: Anggaran Harus Sampai ke Rakyat

    Agustiar Pasang Alarm Antikorupsi di Kalteng: Anggaran Harus Sampai ke Rakyat

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengirim pesan tegas kepada seluruh jajaran birokrasi di daerah. Di tengah besarnya anggaran pembangunan dan derasnya arus investasi yang masuk ke Bumi Tambun Bungai, tata kelola pemerintahan yang bersih dinilai menjadi harga mati. Pesan itu disampaikan Agustiar saat menghadiri Kunjungan dan Koordinasi Pelaksanaan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi […]

  • Prabowo Kencangkan Kendali Ekonomi RI, Mulai Tata Ulang Devisa dan Ekspor SDA

    Prabowo Kencangkan Kendali Ekonomi RI, Mulai Tata Ulang Devisa dan Ekspor SDA

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Indonesia sedang menghadapi gelombang ketidakpastian ekonomi global yang kian sulit diprediksi. Di tengah tekanan itu, pemerintah mulai bergerak memperkuat benteng pertahanan ekonomi nasional, dari menjaga stabilitas sektor keuangan hingga mengamankan devisa hasil ekspor dan tata kelola sumber daya alam strategis. Hal itu mengemuka dalam pertemuan strategis bersama tokoh ekonomi dan jajaran pejabat […]

  • Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

    Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tunggakan gaji yang menimpa ribuan karyawan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) mulai memantik sorotan publik. Di tengah ketidakpastian nasib para pekerja, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi segera mengambil langkah nyata untuk melindungi hak-hak karyawan. Laporan yang […]

  • Prabowo Klaim Pangkas Belanja Seremonial, Ratusan Triliun Rupiah Dialihkan ke Program MBG

    Prabowo Klaim Pangkas Belanja Seremonial, Ratusan Triliun Rupiah Dialihkan ke Program MBG

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah pusat mengubah arah belanja negara pada tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan menekan pos anggaran yang dinilai minim dampak langsung bagi publik. Presiden menyebut, langkah efisiensi fiskal berhasil mengamankan ratusan triliun rupiah untuk dialihkan ke program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma […]

expand_less