Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Freddy Ering Sentil Belanja APBD Kalteng: Jangan Kejar Proyek Besar Saat Anggaran Terbatas

Freddy Ering Sentil Belanja APBD Kalteng: Jangan Kejar Proyek Besar Saat Anggaran Terbatas

  • account_circle fe
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo Ruang fiskal Kalimantan Tengah yang terbatas membuat DPRD Kalteng meminta pemerintah tidak salah menentukan prioritas. Perubahan APBD 2026 didorong lebih fokus pada kebutuhan yang benar-benar mendesak, bukan sekadar mengejar pembangunan fisik berskala besar.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menegaskan sejumlah sektor tidak boleh kehilangan dukungan anggaran. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga pertanian menjadi kebutuhan yang harus diperhatikan.

Untuk karhutla, Freddy menyebut anggaran dalam APBD murni berada di kisaran Rp70 miliar. Ia berharap alokasi tersebut tetap dipertahankan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau secara anggaran itu sudahlah kita maksimalkan. Di APBD murni 70-an untuk tetap dialokasikan dalam rangka menghadapi kebakaran hutan dan lahan ini,” kata Freddy.

Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya anggaran bukan satu-satunya penentu keberhasilan penanganan karhutla. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait harus diperkuat agar upaya pengendalian kebakaran dapat berjalan maksimal.

Di tengah keterbatasan anggaran, Freddy meminta pembangunan fisik benar-benar disaring berdasarkan tingkat urgensinya. Infrastruktur yang serius dan mendesak dinilai lebih layak ditempatkan sebagai prioritas.

“Untuk pekerjaan fisik infrastruktur yang betul-betul serius saja, mendesak, kan? Baik jalan, perbaikan-perbaikan, jembatan begitu kan,” ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Freddy, perhatian anggaran juga tidak boleh lepas dari sektor pertanian, pendidikan dan pelayanan kesehatan. Kebutuhan aparatur pemerintah, terutama tunjangan dan kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), juga harus diamankan.

“Tunjangan-tunjangan maupun untuk P3K itu harus betul-betul diamankan lah, dijamin. Karena kan dana anggaran terbatas,” katanya.

Freddy turut menyinggung kondisi guru honorer yang menurutnya masih jauh dari kata sejahtera. Kebutuhan mereka, bersama kebutuhan aparatur lainnya, menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan Perubahan APBD.

Pesan yang disampaikan Freddy cukup jelas: ketika anggaran terbatas, pemerintah harus menentukan mana yang benar-benar mendesak dan mana yang masih dapat ditunda. (fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    Satgas Pangan Polri Masih Bidik 194 PKS Diduga Rugikan Petani Sawit

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Tekanan pemerintah terhadap perusahaan kelapa sawit yang diduga membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga wajar mulai menunjukkan dampak. Jumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang menjadi perhatian Satgas Pangan Polri berangsur menurun, meski ratusan perusahaan masih berada dalam radar pengawasan. Berdasarkan hasil pemantauan yang berlangsung pada 9–22 Juni 2026, jumlah PKS yang […]

  • Kemenag Putuskan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret

    Kemenag Putuskan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 152
    • 0Komentar

    DAYABONEO, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama memastikan akan menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026. Sidang penentuan hari raya itu digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan seluruh […]

  • Prabowo Gerak Cepat Isi Kursi Kepala BGN, Sudaryono Dipilih Kawal Program MBG

    Prabowo Gerak Cepat Isi Kursi Kepala BGN, Sudaryono Dipilih Kawal Program MBG

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tidak membiarkan kursi pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) kosong terlalu lama. Setelah Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, Kepala Negara langsung menunjuk Sudaryono sebagai nahkoda baru lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut menegaskan satu hal: pemerintah ingin memastikan program unggulan yang […]

  • Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

    Pertemuan Malam di Palangka Raya, Pusat dan Daerah Sinkronkan Agenda Agraria Kalteng

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menghadiri pertemuan strategis bersama Tim Komisi II DPR RI dan jajaran Kementerian ATR/BPN di Swiss-Belhotel Danum, Rabu malam (22/4/2026). Forum ini menjadi ruang konsolidasi awal untuk menyelaraskan arah kebijakan agraria yang selama ini dinilai masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan. Sejumlah pejabat […]

  • Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

    Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membayangi Kalimantan Tengah pada 2026. Menghadapi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla secara daring, sebagai langkah awal memperketat kewaspadaan lintas daerah, Kamis (22/1/2026). Rapat ini melibatkan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, BMKG Provinsi […]

  • Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

    Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Huma Betang, Warisan Kalimantan Tengah untuk Indonesia Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Presiden Soekarno pada 1945. Namun jauh sebelum Pancasila resmi menjadi fondasi kehidupan berbangsa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejatinya telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. […]

expand_less