Jaga Persatuan, MUI Serukan Akhiri Polemik JK
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar

Dok. Istimewa.
DAYABORNEO, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan penghentian polemik atas potongan pernyataan Jusuf Kalla terkait memori peristiwa Ambon. Seruan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan mencegah perpecahan di tengah masyarakat.
Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, melalui keterangan resminya menegaskan, bahwa agama harus tetap menjadi perekat bangsa, bukan alat yang memperuncing perbedaan.
“Nilai cinta kasih, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan harus menjadi dasar dalam setiap narasi publik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
MUI menilai polemik yang berkembang saat ini dipicu oleh penyebaran informasi yang tidak utuh. Potongan pernyataan yang beredar di ruang digital dinilai berpotensi memicu tafsir keliru dan memperkeruh suasana.
Dalam konteks ini, MUI mengingatkan pentingnya memahami pernyataan tokoh secara komprehensif, terutama mengingat peran Jusuf Kalla dalam proses perdamaian nasional.
Secara analitis, fenomena ini mencerminkan karakter era digital yang serba cepat namun rentan distorsi. Konten parsial lebih mudah viral dibanding penjelasan utuh, sehingga memicu opini publik yang bias. Jika tidak dikelola dengan bijak, situasi ini dapat mengganggu kohesi sosial.
MUI pun mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap tabayun (klarifikasi) dan husnuzan (prasangka baik). Di tengah derasnya arus informasi, publik diminta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang terfragmentasi.
“Perdebatan berkepanjangan tidak produktif dan berisiko merusak kerukunan. Saatnya kita kembali fokus pada persatuan,” tegas Zainut.
Seruan ini menjadi sinyal kuat bahwa menjaga harmoni bangsa di era digital membutuhkan kedewasaan kolektif. Narasi sejuk bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan Indonesia tetap solid di tengah dinamika informasi yang kian kompleks. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar