Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Perbaikan Pengadaan Jadi Titik Krusial di Barito Timur

Perbaikan Pengadaan Jadi Titik Krusial di Barito Timur

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menempatkan tata kelola pengadaan barang dan jasa sebagai titik paling krusial dalam pembenahan keuangan daerah di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah. Di tengah keterbatasan fiskal dan tingginya kebutuhan pembangunan, KPK mengingatkan setiap proyek pemerintah harus berjalan transparan, kompetitif, dan bebas dari pengondisian.

Melalui Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah III, KPK menemukan sejumlah anomali dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ) di lingkungan Pemkab Barito Timur. Temuan itu mulai dari dominasi pengadaan langsung, indikasi pemenang proyek berulang, hingga dugaan persekongkolan antarpenyedia.

Plt Direktur Korsup Wilayah III KPK Imam Turmudhi mengatakan tata kelola pengadaan menjadi sektor yang paling rawan disusupi kepentingan apabila tidak diawasi secara ketat.

“Tinggal tanggung jawab dari bupati, wakil bupati, kepala dinas, hingga anggota DPRD memastikan prosesnya berjalan akuntabel,” tegas Imam dalam rapat koordinasi pencegahan korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (19/5).

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sebanyak 57 persen pengadaan di Barito Timur dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung. Sementara proses tender hanya mencapai 36,43 persen.

KPK juga menemukan penyedia yang berulang kali memenangkan proyek melebihi sisa kemampuan paket (SKP), kondisi yang dinilai berpotensi memunculkan kompetisi tidak sehat dan pengondisian proyek.

Tak hanya itu, dari hasil pemantauan e-purchasing, KPK mendapati adanya kesamaan alamat IP antara penyedia dan pejabat pembuat komitmen (PPK), indikasi pemenang berulang, hingga dugaan kemahalan harga paket pengadaan.

Pada Proyek Strategis Daerah tahun 2025, KPK bahkan mengidentifikasi dugaan praktik “arisan proyek” berupa pengondisian dan persekongkolan secara vertikal maupun horizontal di lingkungan pemerintah daerah.

KPK menegaskan pembenahan pengadaan barang dan jasa tidak sekadar soal administrasi, melainkan menyangkut efektivitas penggunaan uang rakyat di tengah tekanan kemampuan fiskal daerah.

Karena itu, KPK meminta seluruh proses pengadaan di Barito Timur benar-benar berpihak pada kepentingan publik, bukan menjadi ruang permainan proyek dan kepentingan kelompok tertentu. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kalteng Bongkar Dugaan Pelanggaran TKA, PT UAI Janji Tarik Dua WNA

    DPRD Kalteng Bongkar Dugaan Pelanggaran TKA, PT UAI Janji Tarik Dua WNA

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 135
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah membuka tabir dugaan pelanggaran ketenagakerjaan oleh dua Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Palangka Raya, Kamis (15/1/2026). RDP ini mempertemukan serikat buruh dengan manajemen perusahaan setelah berlarutnya polemik yang dinilai merugikan pekerja lokal. Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, memimpin langsung […]

  • Hasupa Hasundau IKAPTK Kalteng Jadi Ruang Transfer Nilai Kepamongprajaan Antar Generasi

    Hasupa Hasundau IKAPTK Kalteng Jadi Ruang Transfer Nilai Kepamongprajaan Antar Generasi

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah dinamika birokrasi yang terus berkembang, penguatan nilai kebersamaan dan etika kepamongprajaan lintas generasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Berangkat dari semangat tersebut, Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Hasupa Hasundau dan Silaturahmi Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan bersama Praja IPDN Tahun 2025, Sabtu (27/12/2025) malam. Gubernur […]

  • Pelatihan SDM Koperasi 0%, DPRD Kalteng Sentil Kinerja Dinas Koperasi dan UKM

    Pelatihan SDM Koperasi 0%, DPRD Kalteng Sentil Kinerja Dinas Koperasi dan UKM

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti keras kinerja Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng setelah capaian pelatihan sumber daya manusia (SDM) koperasi tercatat masih 0 persen dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Catatan tajam itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin (11/5/2026), saat […]

  • Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih membayangi banyak negara besar, Indonesia justru mencatat lompatan pertumbuhan yang impresif. Pemerintah mengumumkan ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20—mengungguli sejumlah kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Arab Saudi. Capaian tersebut menjadi sorotan dalam rapat […]

  • Gubernur Kalteng Desak Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Melalui DBH-DR

    Gubernur Kalteng Desak Pusat Perkuat Penanganan Karhutla Melalui DBH-DR

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah tampil lugas dan terbuka saat bertemu Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan itu, Gubernur secara tegas mendorong optimalisasi Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) agar benar-benar menyentuh persoalan krusial di daerah, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga penguatan […]

  • Saat Rakyat Tak Lagi Percaya Negara, Bahayanya Bisa Mematikan

    Saat Rakyat Tak Lagi Percaya Negara, Bahayanya Bisa Mematikan

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Delapan puluh satu tahun Indonesia berdiri sebagai negara merdeka. Namun, di balik pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan berbagai pencapaian yang terus dikejar, ada satu fondasi yang tidak boleh runtuh: kepercayaan rakyat kepada negara. Sebab negara tidak selalu hancur karena perang. Tidak selalu pula karena krisis ekonomi. Ada kehancuran yang datang perlahan, dimulai […]

expand_less