Sekolah Dibenahi, Masa Depan Diasah: Revitalisasi SMAN 3 Sampit Tegaskan Hadirnya Negara di Ruang Kelas
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- visibility 94
- comment 0 komentar

Program revitalisasi pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat terus memberikan dampak positif bagi satuan pendidikan di daerah
DAYABORNEO, Sampit – Revitalisasi pendidikan tak lagi berhenti sebagai jargon kebijakan. Di SMAN 3 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, program perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjelma bukti nyata keberpihakan negara pada masa depan generasi muda Kalimantan Tengah. Ruang belajar yang dulu bermasalah kini berubah menjadi lingkungan yang layak, aman, dan memantik semangat belajar siswa, Rabu (28/1/2026).
Para siswa secara terbuka menyuarakan dampak langsung dari program tersebut. Muhammad Doni Febrianur, siswa kelas XI jurusan Humaniora, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah telah mengubah cara mereka menjalani proses belajar.
“Sekarang kami benar-benar merasakan kenyamanan di sekolah. Fasilitas membaik, suasana belajar lebih kondusif, dan kami semakin termotivasi untuk berprestasi,” ujar Doni lugas.
Ia menilai, pembenahan sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri siswa sebagai bagian dari generasi yang diperhatikan negara. Doni berharap langkah ini tidak berhenti di satu sekolah.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan. Program seperti ini harus terus dilanjutkan dan diperluas agar tidak ada sekolah yang tertinggal,” tegasnya.
Dari sisi pendidik, Hadi Kurniawan, guru SMAN 3 Sampit, menyebut revitalisasi sebagai langkah strategis yang langsung menyentuh jantung persoalan pendidikan: kualitas lingkungan belajar.
“Sekolah kami menerima bantuan revitalisasi pada 2025. Dampaknya nyata, proses belajar mengajar jauh lebih efektif karena fasilitas mendukung,” ungkap Hadi.
Menurutnya, kualitas pendidikan sulit ditingkatkan jika siswa dan guru masih bergelut dengan keterbatasan sarana. Karena itu, revitalisasi sekolah menjadi investasi jangka panjang yang menentukan mutu lulusan.
“Kalau sarana membaik, maka kualitas pembelajaran ikut naik. Ujungnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, revitalisasi pendidikan merupakan strategi mempersempit kesenjangan layanan pendidikan antara pusat dan daerah. Program ini menegaskan bahwa pembangunan SDM tidak boleh ditunda dan tidak boleh setengah-setengah.
Ketika ruang kelas dibenahi, sesungguhnya negara sedang membangun masa depan. Dan di SMAN 3 Sampit, pesan itu kini terasa nyata: pendidikan bukan janji, melainkan aksi.
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar