Proyek Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, Ketua DPRD Arton Desak Percepatan
- account_circle fe
- calendar_month Rab, 2 Sep 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong saatembaca pidato
PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Arton S. Dohong menyoroti realisasi pekerjaan proyek pemerintah daerah yang dinilai masih berjalan lambat. Hingga Agustus 2026, pelaksanaan pekerjaan melalui satuan kerja pemerintah baru mencapai sekitar 38 persen.
Arton meminta pemerintah daerah tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Ia mendorong seluruh satuan kerja segera mengejar pekerjaan yang telah direncanakan agar program pembangunan tidak menumpuk menjelang akhir tahun anggaran.
Sorotan tersebut disampaikan Arton dalam momentum Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng tentang penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 sekaligus pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026, Selasa (1/9/2026).
Menurut Arton, rendahnya realisasi pekerjaan bukan hanya persoalan administrasi pemerintahan. Lambannya proyek juga berpotensi menghambat perputaran ekonomi di daerah karena anggaran pemerintah berkaitan langsung dengan aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.
“Hal ini dilakukan agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, sehingga mendorong kemampuan daya beli masyarakat,” kata Arton.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mengoptimalkan waktu yang tersedia untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan. Namun, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan maupun manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Arton menegaskan DPRD Kalteng akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program dan penggunaan anggaran. DPRD ingin memastikan anggaran yang sudah dialokasikan benar-benar menghasilkan pekerjaan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Selain proyek pembangunan, DPRD juga memberi perhatian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jika kondisi membutuhkan, percepatan realokasi anggaran dapat dilakukan untuk memperkuat penanganan bencana, termasuk melalui belanja tidak terduga maupun pos anggaran lain yang belum mendesak.
Memasuki masa persidangan berikutnya, Arton menegaskan DPRD Kalteng akan terus mengawal pelaksanaan pembangunan. Dengan realisasi yang baru mencapai 38 persen, percepatan pekerjaan kini menjadi pekerjaan rumah penting pemerintah daerah sebelum tahun anggaran berakhir. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar