Wagub Kalteng Tegaskan Kadin Adalah Mitra Strategis Pemerintah
- account_circle fe
- calendar_month Kam, 24 Sep 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar

Dok. Saat potong tumpeng
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo blak-blakan menyatakan pemerintah daerah tak bisa lagi bekerja sendirian menghadapi dinamika ekonomi yang terus bergerak cepat. Ia mengajak Kadin Kalteng tampil sebagai mitra strategis, bukan sekadar organisasi seremonial pengusaha.
Pernyataan tegas itu disampaikan Edy, yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran, dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kalteng 2026 sekaligus peringatan HUT ke-58 Kadin, Kamis (24/9/2026).
Menurut Edy, kondisi ekonomi yang dinamis menuntut kepastian dan dukungan bersama agar rencana usaha maupun investasi di Kalimantan Tengah tidak sekadar wacana, melainkan benar-benar terealisasi.
Ia mendesak Kadin Kalteng bergerak lebih jauh: menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan kebijakan pemerintah, sekaligus aktif menyusun gagasan dan program konkret untuk mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri,” tegas Edy, menekankan bahwa kolaborasi dengan dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Sejalan dengan itu, Ketua Umum Kadin Kalteng H. Rahmat Nasution Hamka justru melempar tantangan balik kepada para pengusaha lokal: jangan hanya sibuk mengurus bisnis sendiri, tapi ikut mengangkat pengusaha lain agar sama-sama naik kelas.
Rahmat menilai gempuran teknologi, digitalisasi, dinamika pasar, efisiensi, perubahan rantai pasok, hingga tuntutan pembangunan berkelanjutan memaksa dunia usaha untuk lebih adaptif, bukan jalan di tempat.
Ia menegaskan Kadin Kalteng harus menjelma jadi rumah bersama, merangkul semua kalangan pengusaha—dari pemain besar, menengah, UMKM, BUMN, ekonomi kreatif, hingga sektor industri, tanpa pandang bulu.
Rahmat juga menyoroti potensi besar Kalimantan Tengah dalam menopang ketahanan ekonomi nasional, khususnya di sektor energi, pangan, dan air. Baginya, potensi sebesar ini terlalu sayang jika hanya jadi angka statistik tanpa dimanfaatkan pengusaha lokal.
Ia mendorong anggota Kadin membangun kolaborasi dan pendanaan bersama, bukan lagi bermain sendiri-sendiri demi kepentingan jangka pendek.
“Potensi ini harus menjadi investasi. Investasi harus menjadi kegiatan produksi. Produksi harus menciptakan nilai tambah. Dan nilai tambah harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Rahmat berharap makin banyak pengusaha Kalimantan Tengah yang tumbuh, sehingga dampaknya benar-benar terasa bagi perekonomian daerah, bukan sekadar menguntungkan segelintir pihak.
Rapimprov Kadin Kalteng dan peringatan HUT ke-58 ini pun diharapkan jadi momentum evaluasi total organisasi, sekaligus mempertegas peran dunia usaha sebagai penggerak nyata pembangunan Kalimantan Tengah, berdampingan dengan pemerintah daerah. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar