Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Wagub Kalteng ke Senayan, Perda Diminta Tak Jadi Beban Daerah dan Investor

Wagub Kalteng ke Senayan, Perda Diminta Tak Jadi Beban Daerah dan Investor

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo membawa suara daerah ke jantung kekuasaan nasional. Ia menghadiri Diseminasi hasil pemantauan dan evaluasi peraturan daerah yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Forum ini menjadi panggung penting untuk menguji apakah produk hukum daerah benar-benar berpihak pada pembangunan atau justru menghambat laju ekonomi.

Diseminasi yang diinisiasi Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI tersebut mengupas tuntas kualitas Perda dan Raperda di daerah, mulai dari kesesuaiannya dengan undang-undang nasional hingga dampaknya terhadap investasi dan tata kelola pemerintahan.

“Regulasi daerah tidak boleh menjadi beban baru bagi masyarakat dan dunia usaha. Perda harus memberi kepastian, bukan menciptakan masalah,” tegas Edy Pratowo di hadapan peserta forum.

Ia menilai kegiatan ini sebagai alarm dini bagi pemerintah daerah agar lebih cermat dalam menyusun kebijakan. Menurut Edy, masih ditemukan Perda yang tumpang tindih, kurang responsif, bahkan berpotensi bertentangan dengan regulasi di atasnya.

Forum tersebut secara terbuka memaparkan hasil evaluasi terhadap Perda strategis, termasuk regulasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), pengelolaan APBD, serta tata kelola pemerintahan desa. Temuan-temuan itu dinilai krusial karena menyentuh langsung iklim investasi dan efektivitas pelayanan publik.

“Kalau regulasi tidak sinkron, yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat dan daerah itu sendiri,” ujar Edy.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terbuka terhadap kritik dan rekomendasi dari DPD RI sebagai bagian dari upaya pembenahan regulasi. Menurutnya, harmonisasi pusat dan daerah bukan pilihan, melainkan keharusan di tengah tuntutan percepatan pembangunan.

Diseminasi ini menjadi forum refleksi kolektif yang rutin digelar setiap masa persidangan. Bagi Kalimantan Tengah, kehadiran Wagub di Senayan adalah sinyal tegas: daerah tidak ingin tertinggal oleh regulasi yang lemah. Perda harus menjadi alat dorong pembangunan, bukan rem yang menghambat masa depan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Jalan Nasional Tinggal Rp300 Miliar, DPRD: Jangan Korbankan Masyarakat Kalteng

    Dana Jalan Nasional Tinggal Rp300 Miliar, DPRD: Jangan Korbankan Masyarakat Kalteng

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemangkasan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Alokasi dana yang sebelumnya mencapai sekitar Rp1 triliun kini hanya tersisa sekitar Rp300 miliar, angka yang dinilai jauh dari cukup untuk menjaga kondisi infrastruktur di provinsi terluas di Indonesia itu. Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, […]

  • Prabowo Genjot Hilirisasi, 13 Proyek Baru Siap Jalan

    Prabowo Genjot Hilirisasi, 13 Proyek Baru Siap Jalan

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 188
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mempercepat agenda hilirisasi nasional dengan mendorong pembangunan proyek baru di 13 lokasi strategis di Indonesia. Langkah ini dibahas dalam pertemuan bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, di Kediaman Hambalang, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026). Pertemuan tersebut menyoroti perkembangan program hilirisasi yang kini memasuki tahap […]

  • Tambang Tanpa Izin Direbut Negara, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Resmi Dikuasai Satgas PKH

    Tambang Tanpa Izin Direbut Negara, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Resmi Dikuasai Satgas PKH

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 292
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Negara akhirnya memukul meja. Lahan tambang batu bara seluas 1.699 hektare di Kalimantan Tengah yang bertahun-tahun dikuasai PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) tanpa izin resmi kini direbut kembali. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengeksekusi pengambilalihan kawasan tersebut pada Kamis (22/1/2026), sekaligus mengakhiri praktik tambang ilegal yang dinilai merugikan keuangan […]

  • Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu, momen untuk menghormati jasa dan pengorbanan para ibu dalam keluarga maupun masyarakat. Lebih dari sekadar simbol penghormatan, Hari Ibu menjadi refleksi bagi setiap generasi, terutama Generasi Z, tentang nilai-nilai ketahanan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial di era globalisasi yang cepat berubah. Hari Ibu: Lebih dari Sekadar […]

  • Pemprov Kalteng Tegaskan Kedamangan Tak Boleh Melemah, Lembaga Adat Diminta Tetap Jadi Penjaga Hukum dan Budaya

    Pemprov Kalteng Tegaskan Kedamangan Tak Boleh Melemah, Lembaga Adat Diminta Tetap Jadi Penjaga Hukum dan Budaya

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirim pesan tegas soal masa depan lembaga adat. Di tengah derasnya arus modernisasi, Kedamangan diminta tidak kehilangan peran dan wibawa, tetapi justru harus semakin kuat sebagai penjaga hukum adat, pelestari budaya Dayak, sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial. Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan […]

  • Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Kalteng Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

    Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Kalteng Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengunci arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Aula Jayang Tingang, Selasa (17/3/2026). Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka langsung forum tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang tegas, terukur, dan berpihak pada rakyat. Musrenbang ini menjadi panggung sinkronisasi antara pemerintah […]

expand_less