Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 18 Mei 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih. (Dok. BPMI Setpres)
DAYABORNEO, Jawa Tengah – Pemerintah mulai mempercepat transformasi ekonomi desa melalui pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian tersebut menandai dimulainya aktivitas koperasi secara serentak di dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari total jumlah yang dioperasikan, sebanyak 530 koperasi berada di tujuh kabupaten di Jawa Timur, sedangkan 531 lainnya tersebar di delapan kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Langkah ini dipandang sebagai upaya pemerintah membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru dari desa, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.
Dalam pidatonya, Presiden menilai operasional ribuan koperasi dalam waktu relatif singkat menjadi capaian penting karena menunjukkan kemampuan pemerintah menggerakkan sistem ekonomi berbasis masyarakat secara nyata.
“Ini momentum besar. Untuk pertama kalinya kita meresmikan koperasi dalam jumlah besar yang sudah siap beroperasi dan siap bekerja untuk rakyat,” kata Presiden.
Menurutnya, koperasi tidak lagi hanya diposisikan sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi harus menjadi instrumen penggerak ekonomi desa, memperkuat produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil masyarakat.
Presiden juga menyoroti capaian Indonesia di sektor pangan yang dinilai mampu bertahan di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut keberhasilan menjaga produksi pangan menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk mandiri.
“Kita harus percaya pada kekuatan sendiri. Bangsa ini mampu memenuhi kebutuhannya dan membangun ekonominya dari bawah,” ujarnya.
Pemerintah berharap Koperasi Merah Putih mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat sektor pertanian, memperpendek rantai distribusi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Ke depan, koperasi tersebut juga diproyeksikan menjadi penghubung antara produksi desa dengan pasar yang lebih luas, sehingga pertumbuhan ekonomi tidak lagi terpusat di perkotaan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar