FISIP UPR Tancap Gas di Usia 14 Tahun, Pemprov Kalteng Tantang Mahasiswa Turun ke Medan Sosial
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- visibility 80
- comment 0 komentar

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B Aden, saat membacakan sambutan Gubernur Agustiar Sabran.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) tidak ingin sekadar merayakan usia. Memasuki Dies Natalis ke-14, FISIP UPR menegaskan diri sebagai kawah candradimuka pemikir kritis dan calon pemimpin Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng pun ikut memberi sinyal tegas: kampus harus hadir langsung menjawab persoalan daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B Aden, yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran, menyebut usia 14 tahun sebagai fase kedewasaan institusi. Menurutnya, FISIP tidak boleh berhenti pada rutinitas akademik semata.
“Empat belas tahun itu usia matang. FISIP UPR harus berdiri di barisan depan, mencetak pemikir yang berani bersuara dan bertindak untuk Kalimantan Tengah,” tegas Herson dalam sambutannya di Kampus FISIP UPR, Kamis (22/1/2026).
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa diserahkan hanya pada beton dan aspal. Politik kebijakan, dinamika sosial, serta kualitas sumber daya manusia justru menjadi penentu arah masa depan Kalteng.
“Mahasiswa jangan puas dengan IPK tinggi. Turun ke masyarakat, pahami konflik sosial, kemiskinan, tata kelola pemerintahan. Di situlah ilmu diuji,” katanya lugas.
Herson juga membuka kartu komitmen Pemprov Kalteng di sektor pendidikan. Tahun 2026, pemerintah menyiapkan beasiswa bagi 10 ribu mahasiswa sebagai langkah strategis memperkuat SDM lokal.
“Ini investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Kalteng jadi tuan di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FISIP UPR Bhayu Rhama menyatakan Dies Natalis ke-14 bukan seremoni kosong. Ia menyebut usia ini sebagai titik evaluasi dan lompatan baru.
“Empat belas tahun adalah proses membentuk jati diri. FISIP UPR harus semakin relevan, kritis, dan berdampak nyata,” tandas Bhayu.
Ia menegaskan civitas akademika FISIP UPR berkomitmen memperkuat riset, pengabdian, dan keberpihakan pada isu-isu strategis daerah. FISIP UPR, katanya, siap mengambil peran lebih besar dalam menentukan arah Kalimantan Tengah ke depan.
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar