Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemprov Kalteng Tegaskan Kedamangan Tak Boleh Melemah, Lembaga Adat Diminta Tetap Jadi Penjaga Hukum dan Budaya

Pemprov Kalteng Tegaskan Kedamangan Tak Boleh Melemah, Lembaga Adat Diminta Tetap Jadi Penjaga Hukum dan Budaya

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirim pesan tegas soal masa depan lembaga adat. Di tengah derasnya arus modernisasi, Kedamangan diminta tidak kehilangan peran dan wibawa, tetapi justru harus semakin kuat sebagai penjaga hukum adat, pelestari budaya Dayak, sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Kesejahteraan Rakyat Bidang Kebudayaan Tahun 2026 bertema “Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Kedamangan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026” di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Rus’ansyah, mengatakan keberadaan Kedamangan tidak boleh dipandang sebatas warisan budaya. Menurutnya, lembaga adat memiliki fungsi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, menjaga ketertiban, hingga mempertahankan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas Kalimantan Tengah.

“Kalau lembaga adat kuat, masyarakat juga akan kuat. Kedamangan harus tetap menjadi rujukan dalam penyelesaian persoalan adat, menjaga harmoni sosial, sekaligus mempertahankan falsafah Huma Betang di tengah perubahan zaman,” tegas Rus’ansyah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah memberikan pijakan hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Regulasi tersebut mengatur kedudukan Dewan Adat Dayak, Damang Kepala Adat, Mantir Adat, mekanisme penyelesaian sengketa, hingga perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Menurut Rus’ansyah, kepastian hukum itu menjadi bukti bahwa pemerintah tidak ingin lembaga adat hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan, melainkan ikut mengambil peran strategis di lapangan.

“Keberadaan Kedamangan bukan untuk bersaing dengan pemerintah, tetapi menjadi mitra yang saling menguatkan. Persoalan-persoalan sosial di masyarakat sering kali lebih cepat diselesaikan melalui pendekatan adat yang mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat adat kini semakin kompleks, mulai dari konflik sosial, perubahan budaya, hingga persoalan lingkungan. Karena itu, kapasitas kelembagaan adat harus terus diperkuat agar mampu menjawab perkembangan zaman.

Tak hanya memperkuat struktur kelembagaan, Pemprov Kalteng juga menyoroti peran masyarakat adat dalam menjaga lingkungan. Rus’ansyah menyebut lahirnya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan tidak lepas dari kontribusi Dewan Adat Dayak dalam mendorong keterlibatan masyarakat adat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal yang terbukti mampu menjaga keseimbangan alam. Potensi ini harus terus diberdayakan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, keberadaan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak juga dinilai menjadi instrumen penting untuk mendukung Damang Kepala Adat dalam menegakkan keputusan adat di tengah masyarakat.

Melalui forum ini, Pemprov Kalteng ingin memastikan penguatan Kedamangan tidak berhenti pada aspek regulasi. Pemerintah menargetkan lembaga adat tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas budaya Dayak, memperkuat persatuan masyarakat, serta menjadi salah satu pilar yang ikut mengawal pembangunan Kalimantan Tengah di tengah perubahan sosial yang terus bergerak cepat. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Dini Hari Lahap Gedung Biro Kesra Pemprov Kalteng

    Kebakaran Dini Hari Lahap Gedung Biro Kesra Pemprov Kalteng

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Api mengamuk saat sebagian besar aktivitas pemerintahan terhenti. Gedung yang ditempati Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalimantan Tengah di kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, terbakar pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 02.10 WIB. Lokasi gedung berada di seberang Masjid Al Amanah. Petugas pemadam […]

  • Gubernur Jadi Penentu Utama Upah Minimum 2026

    Gubernur Jadi Penentu Utama Upah Minimum 2026

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 247
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah pusat mengingatkan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga stabilitas hubungan industrial menjelang penetapan upah minimum tahun 2026. Melalui arahan langsung Menteri Dalam Negeri, proses penetapan upah diminta berjalan tepat waktu, transparan, dan kondusif demi melindungi kepentingan pekerja serta dunia usaha. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa gubernur menjadi aktor […]

  • DPRD Kalteng Kritik Kinerja Satpol PP: Dampak ke Masyarakat Dinilai Belum Terlihat

    DPRD Kalteng Kritik Kinerja Satpol PP: Dampak ke Masyarakat Dinilai Belum Terlihat

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalteng dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Meski realisasi keuangan Satpol PP tercatat mencapai 90,03 persen, DPRD menilai capaian tersebut belum sejalan dengan kualitas dampak pelayanan […]

  • Gubernur Kalteng Gelar Pasar Murah, Warga Tebus Sembako Rp10 Ribu

    Gubernur Kalteng Gelar Pasar Murah, Warga Tebus Sembako Rp10 Ribu

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat menekan lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Kalimantan Tengah membuka langsung Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan ribuan paket sembako bersubsidi bagi masyarakat di halaman Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (10/3/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah […]

  • Razia Tanpa Solusi, APR Kalteng Tegaskan Penambang Rakyat Kian Terdesak

    Razia Tanpa Solusi, APR Kalteng Tegaskan Penambang Rakyat Kian Terdesak

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Penertiban terhadap penambang emas rakyat di Kalimantan Tengah kian memantik kritik. Aliansi Penambang Rakyat Kalteng (APR-KT) menilai langkah razia yang terus dilakukan tanpa diiringi kemudahan perizinan justru menekan masyarakat kecil dan berpotensi menciptakan masalah sosial baru. Dalam audiensi bersama DPRD Kalimantan Tengah, Selasa (14/4/2026), Ketua Umum DPD APR Kalteng, Agus Prabowo […]

  • Hujan Buatan Dikebut, Abu Anak Krakatau Ditarget Rontok Pekan Ini

    Hujan Buatan Dikebut, Abu Anak Krakatau Ditarget Rontok Pekan Ini

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA, Dayaborneo – Hujan buatan jadi senjata andalan pemerintah untuk membersihkan langit dari abu vulkanik Anak Krakatau. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dikebut di beberapa titik sekaligus, dengan target abu bisa cepat luruh dan jalur penerbangan kembali normal. Rencana ini mencuat dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Istana Merdeka, lewat konferensi video bersama […]

expand_less