Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemprov Kalteng Tegaskan Kedamangan Tak Boleh Melemah, Lembaga Adat Diminta Tetap Jadi Penjaga Hukum dan Budaya

Pemprov Kalteng Tegaskan Kedamangan Tak Boleh Melemah, Lembaga Adat Diminta Tetap Jadi Penjaga Hukum dan Budaya

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirim pesan tegas soal masa depan lembaga adat. Di tengah derasnya arus modernisasi, Kedamangan diminta tidak kehilangan peran dan wibawa, tetapi justru harus semakin kuat sebagai penjaga hukum adat, pelestari budaya Dayak, sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan Kesejahteraan Rakyat Bidang Kebudayaan Tahun 2026 bertema “Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Kedamangan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026” di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Rus’ansyah, mengatakan keberadaan Kedamangan tidak boleh dipandang sebatas warisan budaya. Menurutnya, lembaga adat memiliki fungsi nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, menjaga ketertiban, hingga mempertahankan nilai-nilai lokal yang menjadi identitas Kalimantan Tengah.

“Kalau lembaga adat kuat, masyarakat juga akan kuat. Kedamangan harus tetap menjadi rujukan dalam penyelesaian persoalan adat, menjaga harmoni sosial, sekaligus mempertahankan falsafah Huma Betang di tengah perubahan zaman,” tegas Rus’ansyah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah memberikan pijakan hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Regulasi tersebut mengatur kedudukan Dewan Adat Dayak, Damang Kepala Adat, Mantir Adat, mekanisme penyelesaian sengketa, hingga perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Menurut Rus’ansyah, kepastian hukum itu menjadi bukti bahwa pemerintah tidak ingin lembaga adat hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan, melainkan ikut mengambil peran strategis di lapangan.

“Keberadaan Kedamangan bukan untuk bersaing dengan pemerintah, tetapi menjadi mitra yang saling menguatkan. Persoalan-persoalan sosial di masyarakat sering kali lebih cepat diselesaikan melalui pendekatan adat yang mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat adat kini semakin kompleks, mulai dari konflik sosial, perubahan budaya, hingga persoalan lingkungan. Karena itu, kapasitas kelembagaan adat harus terus diperkuat agar mampu menjawab perkembangan zaman.

Tak hanya memperkuat struktur kelembagaan, Pemprov Kalteng juga menyoroti peran masyarakat adat dalam menjaga lingkungan. Rus’ansyah menyebut lahirnya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kebakaran Lahan tidak lepas dari kontribusi Dewan Adat Dayak dalam mendorong keterlibatan masyarakat adat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal yang terbukti mampu menjaga keseimbangan alam. Potensi ini harus terus diberdayakan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, keberadaan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak juga dinilai menjadi instrumen penting untuk mendukung Damang Kepala Adat dalam menegakkan keputusan adat di tengah masyarakat.

Melalui forum ini, Pemprov Kalteng ingin memastikan penguatan Kedamangan tidak berhenti pada aspek regulasi. Pemerintah menargetkan lembaga adat tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas budaya Dayak, memperkuat persatuan masyarakat, serta menjadi salah satu pilar yang ikut mengawal pembangunan Kalimantan Tengah di tengah perubahan sosial yang terus bergerak cepat. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Siapkan 313 Izin Tambang Rakyat, Kalimantan Tengah Dominasi Wilayah WPR

    ESDM Siapkan 313 Izin Tambang Rakyat, Kalimantan Tengah Dominasi Wilayah WPR

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap menerbitkan sekitar 313 Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di sejumlah daerah setelah melakukan konsultasi penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) bersama Komisi XII DPR RI. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, usulan IPR berasal dari pemerintah daerah melalui para gubernur. Dari 24 provinsi yang mengajukan, baru […]

  • Komdigi Siapkan Paket Komunikasi Terjangkau untuk Nataru 2025–2026

    Komdigi Siapkan Paket Komunikasi Terjangkau untuk Nataru 2025–2026

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 200
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah strategis untuk menjamin kelancaran komunikasi publik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan menggandeng seluruh operator seluler di Indonesia menyediakan paket layanan khusus berbiaya terjangkau. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga konektivitas masyarakat di tengah lonjakan mobilitas dan aktivitas digital pada masa […]

  • Kalteng Masuk 4 Besar Inflasi Nasional, Wagub Bongkar Penyebab Utamanya

    Kalteng Masuk 4 Besar Inflasi Nasional, Wagub Bongkar Penyebab Utamanya

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kalimantan Tengah menghadapi tantangan baru dalam pengendalian harga. Meski terus didorong menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional, provinsi ini justru mencatat inflasi tertinggi di Pulau Kalimantan dan menempati posisi keempat secara nasional pada Juli 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (year-on-year) Kalimantan Tengah mencapai 4,32 persen dengan […]

  • RKPD 2027 Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

    RKPD 2027 Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memasang target tinggi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Perencanaan pembangunan ditegaskan tidak boleh lagi berhenti sebagai dokumen normatif, tetapi harus menjelma menjadi kebijakan yang benar-benar bekerja dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2027 […]

  • Pidana Kerja Sosial Mulai Berlaku 2026

    Pidana Kerja Sosial Mulai Berlaku 2026

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah memastikan penerapan hukuman pidana kerja sosial akan mulai dilaksanakan seiring berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru pada Januari 2026. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyampaikan bahwa skema pidana kerja sosial tersebut telah dipersiapkan secara bertahap, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah daerah di […]

  • Masa Jabatan Komisaris Jamkrida Kalteng Dipangkas Jadi Empat Tahun, Ada Aturan yang Harus Dipatuhi

    Masa Jabatan Komisaris Jamkrida Kalteng Dipangkas Jadi Empat Tahun, Ada Aturan yang Harus Dipatuhi

    • calendar_month 17 menit yang lalu
    • account_circle neha
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Masa jabatan Dewan Komisaris PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Tengah dipangkas dari sebelumnya lima tahun menjadi empat tahun. Perubahan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026). Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, yang memimpin […]

expand_less