Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan
- account_circle fe
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026
- visibility 56
- comment 0 komentar

Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan Kalimantan Tengah. Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan.
Situasi tersebut mendorong Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah bergerak lebih serius. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman api, tetapi harus memastikan masyarakat terlindungi dari dampak asap.
Syauqie menyampaikan hal itu setelah menerima audiensi Anggota DPRD Kota Palangka Raya di ruang rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Ia mengingatkan bahwa asap karhutla membawa risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap ringan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan menjadi pihak yang paling berisiko.
“Karhutla ini berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan masyarakat, seperti ISPA, memperburuk asma dan penyakit paru, pneumonia, iritasi mata dan kulit, gangguan kardiovaskular, serta risiko keracunan karbon monoksida,” ujar Syauqie.
Menurutnya, persoalan tidak selesai ketika api berhasil dipadamkan. Asap dapat bertahan dan menyebar ke berbagai ruang aktivitas masyarakat, mulai dari permukiman hingga sekolah dan tempat kerja.
Karena itu, ia meminta pemerintah memastikan langkah perlindungan berjalan bersamaan dengan penanganan titik api. Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker.
Syauqie menilai pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat koordinasi dengan aparat, dunia usaha, serta masyarakat. Penanganan karhutla membutuhkan respons cepat sekaligus strategi pencegahan yang konsisten.
“Kami meminta perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah, instansi terkait, masyarakat, dunia usaha maupun aparat di lapangan, agar bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.
Ia menegaskan karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap memenuhi udara, kesehatan warga, pendidikan, ekonomi, dan keselamatan publik ikut dipertaruhkan.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat. Mari kita cegah karhutla dan lindungi masyarakat,” pungkasnya. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar