Rabu, 10 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kriminal » Niat Gondol 1,6 Ton Sawit, Pria di Kotim Malah Ketiduran di TKP

Niat Gondol 1,6 Ton Sawit, Pria di Kotim Malah Ketiduran di TKP

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Kotawaringin Timur Sebuah aksi pencurian sawit dalam jumlah besar di Kabupaten Kotawaringin Timur berakhir antiklimaks. Saat tiga rekannya berhasil melarikan diri, seorang pria justru tertinggal di lokasi karena tertidur pulas di samping tumpukan sawit hasil curian.

Pria berinisial SS (25) itu kini harus berurusan dengan hukum setelah petugas keamanan PT Windu Nabatindo Lestari (WNL) menemukan dirinya terlelap saat patroli rutin di areal perkebunan perusahaan.

Ironisnya, saat ditemukan, puluhan janjang buah sawit yang diduga dipanen secara ilegal telah tersusun rapi dan siap diangkut. Namun rencana membawa kabur hasil curian itu gagal total karena salah satu pelaku justru tidak mampu menahan kantuk.

“Bukannya berhasil membawa kabur hasil curian, pelaku justru tertidur pulas di dekat tumpukan sawit yang diduga dipanennya secara ilegal hingga akhirnya diamankan petugas keamanan perusahaan,” kata Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko, Minggu (7/6/2026).

Peristiwa itu terjadi di Blok C07 Pelantaran Agro Estate Divisi I PT WNL, Desa Keruing, Kecamatan Cempaga Hulu, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 02.20 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, SS diduga tidak beraksi seorang diri. Polisi menduga pencurian telah direncanakan bersama tiga orang lainnya yang kini masih dalam pengejaran aparat.

“Pelaku mengakui buah sawit tersebut dipanen bersama tiga rekannya. Namun saat petugas datang, ketiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri,” ujar Edy.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan empat tumpukan tandan buah segar (TBS) serta satu janjang sawit yang masih berada di bawah pohon. Total barang bukti yang diamankan mencapai 61 janjang dengan berat sekitar 1.620 kilogram atau setara 1,6 ton.

Selain itu, polisi juga menyita dua buah tojok besi yang diduga digunakan untuk membantu proses pengangkutan hasil curian.

Kerugian yang dialami perusahaan diperkirakan mencapai Rp5,65 juta.

Kasus ini menambah daftar panjang pencurian sawit yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah perkebunan Kalimantan Tengah. Bedanya, kali ini aksi yang diduga telah dipersiapkan matang itu justru terbongkar bukan karena patroli canggih atau teknologi pengawasan, melainkan karena satu kesalahan sederhana: pelakunya tertidur di tempat kejadian perkara.

Kini SS mendekam di Polsek Cempaga Hulu dan terancam dijerat Undang-Undang Perkebunan serta KUHP. Sementara tiga rekannya masih diburu polisi. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mentan Ancam Periksa Ratusan Perusahaan Sawit, Harga TBS Petani Diduga Masih Ditekan DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah mulai menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang dinilai belum memberikan harga yang adil kepada petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengultimatum sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga masih membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang seharusnya, meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang menguat. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menemukan ketidaksesuaian antara tren kenaikan harga komoditas global dengan harga yang diterima petani di sejumlah daerah sentra sawit. Bersama Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian kini menyiapkan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang belum mengikuti ketetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah. «“Kalau harga CPO dunia naik dan nilai tukar dolar juga menguat, tidak ada alasan harga TBS petani justru turun,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi nasional yang membahas stabilisasi harga sawit.» Data Kementerian Pertanian menunjukkan harga CPO global mengalami kenaikan sekitar 47 persen. Pada saat yang sama, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah meningkat lebih dari 10 persen. Namun di lapangan, harga TBS yang diterima petani di sejumlah wilayah justru sempat merosot hingga sekitar 17 persen. Kondisi tersebut memicu perhatian serius pemerintah karena menyangkut kehidupan jutaan keluarga petani sawit di Indonesia. Sedikitnya 15 juta petani dan pekerja sektor sawit bergantung pada stabilitas harga komoditas tersebut. Amran mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini dan meminta pemerintah memastikan petani memperoleh haknya secara adil. Hasil evaluasi sementara menunjukkan sekitar 70 persen harga TBS di berbagai daerah telah mengalami pemulihan. Namun pemerintah menilai masih ada perusahaan yang belum menyesuaikan harga sesuai ketentuan. «“Data perusahaan yang belum patuh akan kami serahkan kepada aparat untuk ditindaklanjuti,” kata Amran.» Pemerintah menegaskan penertiban ini bukan untuk menghambat dunia usaha, melainkan menciptakan tata niaga sawit yang lebih sehat. Dengan harga yang adil di tingkat petani, Indonesia diyakini dapat memperkuat posisi sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus mempercepat agenda hilirisasi dan pengembangan bioenergi nasional.

    Mentan Ancam Periksa Ratusan Perusahaan Sawit, Harga TBS Petani Harus Naik

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintah mulai menunjukkan sikap tegas terhadap perusahaan-perusahaan sawit yang dinilai belum memberikan harga yang adil kepada petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengultimatum sekitar 270 hingga 300 perusahaan kelapa sawit yang diduga masih membeli Tandan Buah Segar (TBS) di bawah harga yang seharusnya, meski harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang menguat. […]

  • Rahmanto Dorong Konsolidasi Alumni PTKIN, Serukan Peran Strategis untuk Umat dan Bangsa

    Rahmanto Dorong Konsolidasi Alumni PTKIN, Serukan Peran Strategis untuk Umat dan Bangsa

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) menegaskan pentingnya konsolidasi nasional alumni sebagai kekuatan strategis dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan. Penegasan ini mengemuka dalam Pertemuan Nasional IKA PTKIN se-Indonesia yang berlangsung pada 23–25 April 2026 di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat. Forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan […]

  • Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Terapkan Skema Pembelajaran Khusus PAUD hingga SMP

    Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Terapkan Skema Pembelajaran Khusus PAUD hingga SMP

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan skema khusus kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan 1447 Hijriah untuk seluruh satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta. Kebijakan ini dirancang agar proses pendidikan tetap berjalan seiring dengan penguatan pembinaan karakter dan nilai keagamaan peserta didik. Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, […]

  • Gebyar Ramadan Harus Cetak Generasi Berkarakter, Bukan Sekadar Ajang Lomba

    Gebyar Ramadan Harus Cetak Generasi Berkarakter, Bukan Sekadar Ajang Lomba

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya membangun generasi muda berkarakter saat membuka Gebyar Ramadan Berkah Jilid 5 di Halaman TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Senin (2/3/2026) sore. Didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, ia menolak jika kegiatan tersebut dipandang sebatas perlombaan tahunan tanpa makna strategis. Di hadapan peserta dan tamu undangan, […]

  • Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor SDA, Negara Ambil Kendali Komoditas Strategis

    Prabowo Ubah Tata Kelola Ekspor SDA, Negara Ambil Kendali Komoditas Strategis

    • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar dalam membenahi tata kelola sumber daya alam nasional dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam. Kebijakan tersebut diumumkan langsung Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Melalui aturan baru itu, pemerintah menetapkan ekspor […]

  • NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah klaim membaiknya daya tukar petani di Kalimantan Tengah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengungkap fakta lain yang patut menjadi perhatian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Mei 2026, keuntungan usaha petani belum tentu ikut meningkat. BPS mencatat NTP Kalimantan Tengah naik tipis 0,21 persen, dari 139,43 […]

expand_less