Prabowo Terbang ke Kalimantan, Karhutla Jadi Perhatian Serius
- account_circle fe
- calendar_month Sab, 22 Agu 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar

Dok. Medsos FB Setkab RI
JAKARTA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan akhirnya mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, Prabowo terbang menuju Kalimantan untuk mengecek kondisi sekaligus memastikan penanganan karhutla berjalan cepat di lapangan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat melihat situasi karhutla di Kalimantan sebagai persoalan yang tidak bisa ditangani dengan cara biasa.
Sehari sebelumnya, Presiden telah menginstruksikan jajaran utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Empat provinsi menjadi sasaran penguatan penanganan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Pembagian tugas pun dibuat secara khusus. Di Kalimantan Barat, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan memimpin penguatan penanganan. Di Kalimantan Tengah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bersama Wakapolri mendapat tugas serupa.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) bersama Astamaops Polri ditugaskan memperkuat penanganan. Sedangkan di Kalimantan Timur, Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri diterjunkan untuk mempercepat operasi di lapangan.
Presiden meminta seluruh jajaran bergerak secepat mungkin dan tidak bekerja sendiri-sendiri. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat juga diminta terlibat dalam penanganan.
Instruksi Presiden jelas: penanganan harus dilakukan “secepat dan seoptimal mungkin” agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Namun, persoalan karhutla tidak berhenti pada pemadaman. Presiden juga memerintahkan penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.
“Setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian arahan Presiden.
Turunnya langsung jajaran pimpinan TNI-Polri di empat provinsi menunjukkan pemerintah ingin mempercepat koordinasi sekaligus memperkuat kemampuan daerah menghadapi karhutla.
Khusus Kalimantan Tengah, langkah tersebut menjadi perhatian penting karena provinsi ini termasuk wilayah yang menghadapi tekanan karhutla dan kabut asap.
Kini, yang ditunggu bukan hanya seberapa cepat api dipadamkan, tetapi seberapa efektif negara memastikan masyarakat terlindungi dan pelaku pembakaran, jika ditemukan, benar-benar diproses sesuai hukum. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar