Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 8 Jun 2026
- visibility 44
- comment 0 komentar

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari
DAYABORNEO, Palangka Raya – Harapan menghadirkan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan kembali menemukan momentumnya. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana, proyek transportasi berbasis rel itu kini masuk dalam perhatian pemerintah pusat dan dinilai berpotensi mengubah wajah perekonomian Borneo, termasuk Kalimantan Tengah.
Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menilai pembangunan kereta api akan menjadi salah satu investasi infrastruktur paling strategis bagi masa depan Kalimantan. Menurutnya, wilayah Kalimantan selama ini masih menghadapi persoalan klasik berupa tingginya biaya distribusi barang akibat keterbatasan moda transportasi yang efisien.
“Kami sangat mengapresiasi jika ide ini kembali digulirkan. Apalagi jika nantinya masuk dalam Proyek Strategis Nasional, tentu akan menjadi prioritas pembangunan yang sangat penting bagi masyarakat, terutama Kalimantan Tengah,” ujar Ansyari, Senin (8/6/2026).
Ansyari menjelaskan, gagasan pembangunan jalur kereta api sebenarnya sudah muncul sejak lama, bahkan sejak masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah terdahulu, Teras Narang. Namun, perubahan kebijakan dan prioritas pembangunan nasional membuat proyek tersebut belum bergerak signifikan.
Kini, peluang itu kembali terbuka. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto dalam Program Kerja Prioritas Nasional.
Pemerintah pusat bahkan menilai pembangunan kereta api di Kalimantan memiliki tantangan tersendiri karena harus dimulai dari nol. Berbeda dengan Pulau Jawa dan Sumatera yang telah memiliki jaringan rel sejak puluhan tahun lalu, Kalimantan belum memiliki sistem kereta api aktif yang menghubungkan antarwilayah.
Bagi Kalimantan Tengah, proyek tersebut diyakini akan membawa dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau ini terlaksana, distribusi barang akan jauh lebih cepat dan murah. Biaya logistik bisa ditekan dan tentu akan berdampak langsung terhadap harga kebutuhan masyarakat,” kata Ansyari.
Ia menilai keberadaan kereta api tidak hanya mempercepat arus barang, tetapi juga membuka akses investasi baru, memperkuat konektivitas antarprovinsi, dan mendukung pertumbuhan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut DPRD Kalteng, pembangunan rel kereta di Pulau Kalimantan bukan sekadar proyek transportasi, melainkan fondasi baru untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan memperkuat daya saing ekonomi Borneo dalam jangka panjang. (mnc-red)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar