Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Tambang Emas Martabe Dicabut Satgas PKH, ESDM: Bukan Proses Biasa

Tambang Emas Martabe Dicabut Satgas PKH, ESDM: Bukan Proses Biasa

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Pencabutan izin tambang emas Martabe yang dikelola PT Agincourt Resources oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) memantik perhatian publik, termasuk di internal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, mengaku baru mengetahui informasi pencabutan izin tambang tersebut dari pemberitaan media. Hingga kini, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait keputusan tersebut.

Jeffri menegaskan, pencabutan izin usaha pertambangan pada prinsipnya tidak dapat dilakukan secara serta-merta apabila melalui mekanisme Kementerian ESDM. Berdasarkan regulasi, terdapat tahapan pembinaan selama 180 hari sebelum sanksi pencabutan izin diterapkan.

“Kalau berdasarkan aturan di ESDM, pencabutan izin itu tidak sederhana. Ada mekanisme pembinaan selama 180 hari. Itu regulasi yang berlaku,” ujar Jeffri di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Namun demikian, Jeffri menyebut pencabutan izin tambang emas Martabe dimungkinkan karena dilakukan oleh Satgas PKH yang memiliki kewenangan khusus. Menurutnya, langkah tersebut dapat dikategorikan sebagai penanganan dalam kondisi luar biasa.

“Tapi karena ini ditangani oleh Satgas PKH, kemungkinan memang ada kondisi extraordinary. Itu kewenangan mereka, bukan lagi di ESDM,” jelasnya.

Terkait peluang upaya hukum oleh perusahaan, Jeffri menyatakan secara prinsip tersedia dua jalur hukum yang dapat ditempuh.

“Kalau bicara hukum, pilihannya ada dua: gugatan atau arbitrase. Itu mekanisme yang diatur,” katanya.

Sebelumnya, Satgas Penertiban Kawasan Hutan mengumumkan pencabutan izin terhadap 28 perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengumuman tersebut disampaikan langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, keputusan pencabutan izin diambil setelah Satgas PKH mempercepat audit menyusul rangkaian bencana yang melanda tiga provinsi tersebut.

“Berdasarkan hasil investigasi Satgas PKH, bapak presiden mengambil keputusan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran,” kata Prasetyo.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari London melalui konferensi video bersama kementerian, lembaga, dan Satgas PKH. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BGN Bantah Isu Untung Rp1,8 Miliar dari MBG

    BGN Bantah Isu Untung Rp1,8 Miliar dari MBG

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 139
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar per tahun dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai dengan fakta operasional di lapangan. Klarifikasi ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya untuk meredam spekulasi yang berkembang di […]

  • Menag Minta Maaf Soal Polemik Zakat: ‘Saya Tidak Bermaksud Mengurangi Kewajiban’

    Menag Minta Maaf Soal Polemik Zakat: ‘Saya Tidak Bermaksud Mengurangi Kewajiban’

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 446
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar akhirnya buka suara terkait polemik pernyataannya soal zakat yang memicu perdebatan di ruang publik. Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus meluruskan bahwa zakat tetap berstatus fardhu ‘ain dan tidak pernah berubah sebagai rukun Islam. “Saya memohon maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kesalahpahaman. Perlu saya tegaskan, zakat adalah fardhu […]

  • UMP Kalteng 2026 Naik 6,12 Persen

    UMP Kalteng 2026 Naik 6,12 Persen

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 256
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Tahun 2026 sebesar 6,12 persen melalui SK Gubernur Nomor 188.44/477/2025. Dengan penetapan tersebut, UMP Kalteng 2026 menjadi Rp3.686.138 per bulan, meningkat Rp212.516 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tingkat sektoral, UMSP sektor pertambangan ditetapkan sebesar Rp3.714.130, […]

  • Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 173
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan transportasi publik modern dengan meninjau langsung progres proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat. Mereka meninjau perkembangan konstruksi jalur lanjutan […]

  • Evisiensi Tidak Menghentikan Pemrov Kalteng Menjalankan Program Prioritas

    Evisiensi Tidak Menghentikan Pemrov Kalteng Menjalankan Program Prioritas

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Evisiensi anggaran tidak menghentikan langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam menjalankan program prioritas bagi masyarakat. Gubernur menegaskan bahwa efisiensi dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan rakyat kecil. Hal itu disampaikan Gubernur berdialog bersama Ketua Organisasi Wartawan dan Media Mitra Pemprov Kalteng di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu (31/1/2026). Gubernur […]

  • Pemprov Kalteng Bongkar Masalah Koperasi Merah Putih: Legalitas Ada, Aktivitas Mandek

    Pemprov Kalteng Bongkar Masalah Koperasi Merah Putih: Legalitas Ada, Aktivitas Mandek

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 128
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara terbuka mengungkap persoalan mendasar yang menghambat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di daerah. Meski ribuan koperasi telah berbadan hukum, sebagian besar belum mampu bergerak karena minimnya infrastruktur fisik dan kesiapan usaha. Fakta tersebut mengemuka dalam Rapat Temu Mitra Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026 yang dipimpin Asisten […]

expand_less