Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
  • visibility 266
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkeras sikap dalam pengusutan dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Lembaga antirasuah itu secara terbuka mengultimatum pemilik PT Blueray berinisial JF (John Field) untuk segera menyerahkan diri setelah melarikan diri saat upaya penindakan dilakukan.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa JF merupakan satu dari enam tersangka yang ditetapkan dalam perkara tersebut. Namun, hanya lima tersangka yang berhasil diamankan dan ditahan usai Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Pada saat tim melakukan tindakan di lapangan, saudara JF melarikan diri. Oleh karena itu, kami mengimbau yang bersangkutan dan pihak mana pun yang mengetahui keberadaannya agar segera menyerahkan diri,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam.

KPK membongkar kasus ini melalui OTT yang menelusuri praktik suap dan gratifikasi dalam proses importasi barang di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai. Selain JF, penyidik menetapkan lima tersangka lain, yakni mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan DJBC periode 2024–Januari 2026 Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono, Kepala Seksi Intelijen Orlando, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray Andri, serta Manajer Operasional PT Blueray Dedy Kurniawan.

KPK menahan kelima tersangka tersebut selama 20 hari pertama, terhitung sejak 5 hingga 24 Februari 2026, di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Para tersangka diduga melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta ketentuan pidana dalam KUHP.

Dalam OTT ini, penyidik menyita barang bukti senilai Rp40,5 miliar, yang terdiri dari uang tunai dalam berbagai mata uang asing, logam mulia dengan total berat lebih dari 5 kilogram, serta satu unit jam tangan mewah. KPK memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri aliran dana dan peran pihak lain yang diduga terlibat. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang layak direnungkan ketika melihat utang Amerika Serikat yang mendekati US$40 triliun: seberapa lama sebuah negara bisa terus menambah utang sebelum bunga utangnya sendiri mulai menggerus ruang geraknya? Pertanyaan itu bukan sekadar persoalan Amerika Serikat. Ketika ekonomi terbesar dunia harus mengeluarkan lebih dari US$3 miliar setiap hari hanya untuk membayar bunga utang, […]

  • Jelang HUT ke-69, Pemprov Kalteng Gelar Operasi Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

    Jelang HUT ke-69, Pemprov Kalteng Gelar Operasi Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalteng mulai bergerak menahan tekanan harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/5/2026). Langkah ini dinilai sebagai respons cepat pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak inflasi yang kerap meningkat menjelang […]

  • Ain Koto Akui Salah, Sebut Aksi Celana Dalam Spontan dan Bantah Ada Niat Melecehkan

    Ain Koto Akui Salah, Sebut Aksi Celana Dalam Spontan dan Bantah Ada Niat Melecehkan

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ain Nasriko alias Ain Koto akhirnya memberikan penjelasan terkait aksi celana dalam yang menjadi polemik saat penampilan Band R.A.S.Y.A dalam kegiatan penggalangan dana korban Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Usai menjalani Sidang Adat di Aula Kantor Kecamatan Jekan Raya, Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya, Jumat (25/9/2026), Ain menemui awak media dan menyampaikan […]

  • DPRD Kalteng Soroti Kenaikan UMP 2026 Jadi Rp3,68 Juta

    DPRD Kalteng Soroti Kenaikan UMP 2026 Jadi Rp3,68 Juta

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 240
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Tengah tahun 2026 menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah daerah dalam merespons dinamika ekonomi dan kebutuhan hidup pekerja menjelang tahun anggaran baru. Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, menyampaikan bahwa UMP Kalteng 2026 ditetapkan sebesar Rp3.686.138 per bulan. Angka tersebut naik Rp212.516 dibandingkan UMP […]

  • Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

    Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai pembangunan Huma Betang yang diproyeksikan menjadi pusat pelestarian budaya Dayak sekaligus ikon baru Kalimantan Tengah. Dimulainya pembangunan ditandai dengan pemasangan tiang pertama oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di kawasan eks lahan Dinas Kehutanan, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (23/7/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan […]

  • Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Katingan – Operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, dua personel lainnya dinyatakan hilang, sementara seorang warga tewas dalam insiden yang mewarnai operasi penindakan tersebut, Kamis (2/7/2026) dini hari. Peristiwa ini menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba paling […]

expand_less