Jelang HUT ke-69, Pemprov Kalteng Gelar Operasi Harga Lewat Gerakan Pangan Murah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 18 Mei 2026
- visibility 30
- comment 0 komentar

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menghadiri Gerakan Pangan Murah di Bundaran.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalteng mulai bergerak menahan tekanan harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/5/2026).
Langkah ini dinilai sebagai respons cepat pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak inflasi yang kerap meningkat menjelang momentum perayaan dan tingginya kebutuhan konsumsi.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan program pangan murah bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi bagian dari intervensi pemerintah agar kelompok masyarakat rentan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar.
“Kami ingin masyarakat kecil tidak terbebani kenaikan harga. Pemerintah harus hadir saat kebutuhan pokok menjadi perhatian masyarakat,” tegas Agustiar.
Sasaran program mencapai lebih dari 5.600 penerima manfaat. Mereka berasal dari kelompok masyarakat ekonomi kecil, tenaga outsourcing, PPPK, hingga ASN Golongan I dan II yang dinilai rentan terdampak fluktuasi harga pangan.
Di lokasi kegiatan, antrean warga mulai terlihat sejak pagi. Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya dijual dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar.
Pemprov Kalteng juga menggandeng sejumlah instansi dan mitra strategis untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Keterlibatan lintas sektor itu mencakup perangkat daerah bidang pangan, perikanan, peternakan, koperasi dan UMKM, hingga Perum BULOG.
Agustiar menilai pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan lewat kebijakan administratif. Menurutnya, intervensi langsung di lapangan tetap diperlukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ketahanan ekonomi dimulai dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu stabilitas harga harus terus dijaga,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu agenda awal rangkaian Hari Jadi ke-69 Kalteng yang tidak hanya berfokus pada perayaan, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar