Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi, Satu Anggota Gugur
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 2 Jul 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar

Dok. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas.
DAYABORNEO, Katingan – Operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, dua personel lainnya dinyatakan hilang, sementara seorang warga tewas dalam insiden yang mewarnai operasi penindakan tersebut, Kamis (2/7/2026) dini hari.
Peristiwa ini menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba paling mencekam di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, operasi menyasar dua terduga bandar sabu berinisial BIO dan BUSU.
“Benar ada kejadian itu. Saat ini fokus utama kami adalah melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” ujar Dodik.
Operasi awalnya berlangsung sesuai rencana. Namun situasi berubah drastis ketika keluarga salah satu target melakukan perlawanan terhadap petugas menggunakan senjata tajam. Bentrokan pun pecah di lokasi.
Dalam kondisi yang dinilai mengancam keselamatan anggota, aparat mengambil tindakan tegas dan terukur. Seorang warga bernama Teriyo, yang disebut merupakan keluarga terduga pelaku, meninggal dunia.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah warga lainnya berdatangan dan ikut melakukan perlawanan terhadap aparat yang sedang menjalankan operasi penegakan hukum.
Korban terberat dari pihak kepolisian adalah Aipda Yudhi Perdana Putra. Personel Satresnarkoba Polres Katingan itu gugur setelah mengalami luka bacok serius di bagian kepala saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.
Di tengah kekacauan tersebut, dua anggota Satresnarkoba lainnya terpisah dari tim dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Tim gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan kawasan sekitar Desa Tumbang Kalemei.
“Situasi di lokasi saat ini sudah kondusif. Sebanyak 50 personel dari Polda Kalimantan Tengah telah diterjunkan untuk membantu pengamanan dan pencarian,” kata Dodik.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Adi Purnomo turut membenarkan kejadian tersebut. Polda kini mengambil alih koordinasi penanganan sekaligus memperkuat proses pencarian dua anggota yang masih hilang.
Hingga berita ini diterbitkan, pencarian masih berlangsung. Polisi juga terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan gugurnya seorang anggota Bhayangkara dalam operasi pemberantasan jaringan narkotika di pedalaman Katingan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar