Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai pembangunan Huma Betang yang diproyeksikan menjadi pusat pelestarian budaya Dayak sekaligus ikon baru Kalimantan Tengah. Dimulainya pembangunan ditandai dengan pemasangan tiang pertama oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di kawasan eks lahan Dinas Kehutanan, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (23/7/2026).

Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan salah satu proyek kebudayaan terbesar yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Huma Betang dirancang tidak hanya sebagai bangunan adat, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk memperkuat identitas, persatuan, dan pelestarian nilai-nilai budaya Dayak.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menegaskan bahwa pembangunan Huma Betang merupakan investasi jangka panjang bagi kebudayaan Kalimantan Tengah.

“Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah simbol persatuan, kebersamaan, dan warisan budaya yang akan kita persembahkan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Huma Betang akan dibangun dengan konsep yang merepresentasikan nilai Persatuan Indonesia, sekaligus menjadi rumah bersama bagi seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan wilayah Borneo.

Bangunan tersebut memiliki ukuran sekitar 17 x 80 meter dengan kapasitas lebih dari 10 ribu orang, sehingga diproyeksikan menjadi Huma Betang terbesar di dunia. Untuk menunjang fungsinya, kawasan ini juga akan dilengkapi galeri budaya, museum, ruang pertemuan, hingga mess bagi kontingen yang mengikuti kegiatan adat maupun budaya.

Menurut Agustiar, penggunaan material kayu ulin hingga sekitar 90 persen menjadi bagian dari upaya mempertahankan karakter arsitektur tradisional Dayak sekaligus memastikan bangunan memiliki daya tahan yang kuat.

“Kami ingin Huma Betang ini menjadi pusat pelestarian adat, ruang edukasi budaya, sekaligus destinasi yang memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat nasional maupun internasional,” katanya.

Ke depan, kawasan Huma Betang akan difungsikan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala regional, nasional, hingga internasional, mulai dari festival budaya, musyawarah adat, seminar, hingga kegiatan pendidikan dan pariwisata budaya.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses pembangunan yang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun.

Kegiatan peletakan tiang perdana tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional Yakobus Kumis, kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pelajar dan mahasiswa yang menjadi saksi dimulainya pembangunan ikon budaya baru Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • https://dayaborneo.com/wp-admin/post-new.php

    Ekspor CPO Diselidiki Kejagung, Kerugian Negara Ditaksir Rp10–14 Triliun

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 189
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kejaksaan Agung terus mengusut dugaan korupsi dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya yang dinilai telah merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis. Berdasarkan penghitungan awal, potensi kerugian negara akibat praktik tersebut diperkirakan mencapai Rp10 triliun hingga Rp14 triliun. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Syarief […]

  • Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

    Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 76
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tidak semua anak berani meninggalkan rumah demi mengejar masa depan. Namun, bagi Resi Septriasa, mimpi lebih besar daripada rasa takut berpisah dengan kampung halaman. Lulusan SMP Negeri 5 Selat, Kabupaten Kapuas, itu memilih merantau ke Palangka Raya untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMKN 2 Palangka Raya, […]

  • Murung Raya Genap 24 Tahun, Saatnya Potensi Daerah Naik Kelas

    Murung Raya Genap 24 Tahun, Saatnya Potensi Daerah Naik Kelas

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Puruk Cahu – Kabupaten Murung Raya resmi menginjak usia ke-24. Di balik seremoni upacara dan perayaan hari jadi, tersimpan pekerjaan besar yang masih harus diselesaikan, yakni mengubah kekayaan sumber daya alam menjadi kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Peringatan Hari Jadi ke-24 Murung Raya dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, dan berlangsung di halaman […]

  • Rehabilitasi Hutan Kalteng Baru 18 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Kehutanan

    Rehabilitasi Hutan Kalteng Baru 18 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Kehutanan

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali melontarkan kritik keras terhadap kinerja sektor kehutanan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Sorotan tajam itu muncul setelah capaian rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan. Dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang […]

  • Pemprov Kalteng Bongkar Masalah Koperasi Merah Putih: Legalitas Ada, Aktivitas Mandek

    Pemprov Kalteng Bongkar Masalah Koperasi Merah Putih: Legalitas Ada, Aktivitas Mandek

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 127
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara terbuka mengungkap persoalan mendasar yang menghambat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di daerah. Meski ribuan koperasi telah berbadan hukum, sebagian besar belum mampu bergerak karena minimnya infrastruktur fisik dan kesiapan usaha. Fakta tersebut mengemuka dalam Rapat Temu Mitra Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2026 yang dipimpin Asisten […]

  • Sirajul Rahman Siap Kawal Aspirasi Warga soal Infrastruktur Jalan dan Jembatan

    Sirajul Rahman Siap Kawal Aspirasi Warga soal Infrastruktur Jalan dan Jembatan

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Persoalan infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi pekerjaan rumah yang dirasakan langsung masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah 4. Aspirasi itu mengemuka saat Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, menyerap masukan masyarakat dalam kegiatan reses. Sirajul mengatakan, infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendasar karena setiap hari digunakan masyarakat untuk […]

expand_less