Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran,
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksanaan program MBG di Kalimantan Tengah mulai menuai sorotan serius. Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menegaskan pihak legislatif tidak akan tinggal diam melihat berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Ia mengungkapkan, DPRD telah menerima sejumlah laporan masyarakat yang mengindikasikan pelaksanaan program belum berjalan maksimal. Persoalan yang muncul tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut distribusi yang dinilai belum merata.
“Ini bukan sekadar catatan kecil. Kami melihat ada masalah yang harus segera dibenahi agar program ini tidak melenceng dari tujuan awalnya,” tegas Tomy, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, program MBG sejatinya memiliki tujuan baik untuk membantu masyarakat. Namun, lemahnya eksekusi di lapangan justru berpotensi menggerus kepercayaan publik jika tidak segera ditangani.
DPRD, lanjutnya, telah memanggil dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait guna mencari jalan keluar. Ia menekankan bahwa evaluasi tidak bisa dilakukan setengah-setengah, melainkan harus menyeluruh hingga ke tingkat pelaksana.
“Kalau hanya bagus di konsep tapi lemah di pelaksanaan, hasilnya tidak akan dirasakan masyarakat. Ini yang harus kita luruskan,” ujarnya.
Tomy juga menyoroti lemahnya koordinasi antar pihak sebagai salah satu akar persoalan. Ia menilai, kurangnya komunikasi membuat berbagai kendala di lapangan tidak tertangani dengan cepat.
“Semua pihak harus duduk bersama. Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau koordinasi lemah, program sebaik apa pun pasti tersendat,” katanya.
Ia pun mendesak pemerintah daerah agar lebih responsif terhadap laporan masyarakat. Menurutnya, keterlambatan penanganan hanya akan memperbesar persoalan dan berdampak luas.
Di akhir pernyataannya, Tomy menegaskan DPRD akan terus mengawal program MBG hingga benar-benar berjalan efektif dan tepat sasaran. “Kami tidak ingin program ini hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi gagal saat menyentuh masyarakat,” pungkasnya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar