Presiden Prabowo Lantik 1.177 Lulusan TNI-Polri, Perwira Diminta Siap Mati untuk Rakyat
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 23 Jul 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres
DAYABORNEO, Jakarta – Halaman Istana Merdeka menjadi saksi lahirnya generasi baru penjaga negara. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 1.177 Perwira Remaja (Paja) TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tahun 2026, Rabu (22/7/2026). Namun, bagi Presiden, momen itu bukan sekadar seremoni penyematan pangkat, melainkan awal dari pengabdian penuh risiko kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
Sebanyak 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 Akademi Kepolisian (Akpol) resmi menyandang pangkat pertama sebagai perwira.
Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan bahwa pangkat yang diterima bukan hadiah atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan, melainkan amanah yang diberikan oleh negara dan seluruh rakyat Indonesia.
“Pangkat yang saudara sandang hari ini adalah kepercayaan negara dan seluruh rakyat Indonesia. Jalankan amanah itu dengan penuh kehormatan dan dedikasi,” tegas Presiden Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa seorang perwira tidak boleh hanya bangga mengenakan seragam atau menikmati kewenangan yang melekat pada jabatannya. Di balik pangkat tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan negara, melindungi masyarakat, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.
Menurut Kepala Negara, TNI dan Polri merupakan dua institusi yang menjadi benteng utama Republik. Karena itu, profesionalisme, loyalitas, serta integritas tidak boleh ditawar dalam situasi apa pun.
“TNI dan Polri adalah institusi yang menentukan keselamatan bangsa. Jagalah kepercayaan rakyat, pegang teguh integritas, dan abdikan seluruh kemampuan saudara untuk kepentingan negara,” ujarnya.
Presiden juga mengingatkan para perwira muda agar tidak pernah melupakan jati diri sebagai pelayan rakyat. Kepercayaan publik, kata dia, hanya dapat dipertahankan melalui sikap disiplin, keteladanan, dan pengabdian yang nyata di lapangan.
Pelantikan Praspa 2026 menjadi awal perjalanan panjang ribuan perwira muda yang akan ditempatkan di berbagai penjuru Tanah Air. Mereka kini memikul tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Bagi DAYABORNEO, pesan Presiden Prabowo jelas: seragam bukan simbol kekuasaan, melainkan sumpah pengabdian. Pangkat bukan sekadar kebanggaan, tetapi janji untuk berdiri paling depan menjaga negara dan melindungi rakyat, apa pun risikonya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar