Presiden Prabowo Komitmen Bela Pekerja Indonesia di Hadapan 400 Ribu Buruh
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 1 Mei 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar

Dok. Media Sosial FB Prabowo Subianto.
DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk terus membela kepentingan kaum pekerja saat menghadiri peringatan Hari Buruh Nasional yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026).
Di hadapan sekitar 400 ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia, Kepala Negara menyampaikan sejumlah kebijakan strategis yang telah diambil pemerintah sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada pekerja.
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa selama satu tahun terakhir pemerintah fokus menghadirkan kebijakan yang memberikan perlindungan lebih kuat bagi buruh dan kelompok pekerja rentan. Salah satu langkah penting yang diumumkan ialah penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional sebagai penghormatan atas perjuangan dan pengorbanannya dalam memperjuangkan hak-hak buruh Indonesia.
Pemerintah juga resmi mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan. Kebijakan ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja domestik yang selama ini kerap berada dalam posisi rentan.
Tidak hanya itu, pemerintah meratifikasi Konvensi International Labour Organization untuk awak kapal perikanan melalui Perpres Nomor 25 Tahun 2026 guna menjamin keselamatan kerja dan kesejahteraan pekerja sektor maritim.
Presiden juga menandatangani Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi online, yang mewajibkan perusahaan aplikasi mengikutsertakan pengemudi dalam BPJS Kesehatan dan program jaminan kecelakaan kerja, sekaligus mendorong skema pembagian pendapatan yang lebih adil.
Sebagai langkah antisipatif menghadapi gejolak ketenagakerjaan, Presiden turut menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara. Mereka yang bekerja dengan keringat dan kejujuran adalah orang-orang mulia,” tegas Presiden.
Di akhir pidatonya, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada buruh, petani, nelayan, dan seluruh pekerja Indonesia yang disebutnya sebagai kekuatan utama bangsa. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu membela kepentingan rakyat kecil.
“Hidup buruh, hidup rakyat,” serunya, disambut gemuruh ribuan pekerja yang memadati kawasan Monas. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar