Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI, Kasus Dugaan Fraud

Bareskrim Tahan Dirut dan Komisaris PT DSI, Kasus Dugaan Fraud

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Penanganan kasus dugaan fraud di tubuh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) resmi memasuki fase krusial. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan dua petinggi perusahaan setelah penyidik menetapkan mereka sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ekonomi dan keuangan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan bahwa penyidik menahan Direktur Utama PT DSI berinisial TA dan Komisaris PT DSI berinisial RL. Keduanya kini menjalani masa penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

“Untuk kepentingan penyidikan berdasarkan ketentuan KUHAP, penyidik melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap tersangka TA dan RL,” ujar Ade Safri kepada wartawan di Jakarta, (10/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelum penahanan dilakukan, penyidik telah memeriksa kedua tersangka secara intensif untuk mendalami peran masing-masing dalam dugaan praktik pengelolaan dana yang bermasalah.

“Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, penyidik mengajukan 85 pertanyaan kepada TA dan 138 pertanyaan kepada RL,” ungkapnya.

Selain dua petinggi tersebut, penyidik juga menetapkan satu tersangka lain berinisial MY, mantan direktur PT DSI yang juga tercatat sebagai pemegang saham serta pimpinan di sejumlah perusahaan lain. Namun, MY belum memenuhi panggilan pemeriksaan.

“Tersangka MY tidak hadir memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit,” kata Ade Safri.

Bareskrim mengungkapkan, ketiga tersangka diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana, mulai dari penggelapan dalam jabatan, penipuan, penipuan melalui media elektronik, hingga dugaan pembuatan laporan keuangan yang tidak didukung dokumen sah. Dugaan perbuatan tersebut terjadi dalam kurun waktu 2018 hingga 2025.

Tak hanya itu, penyidik juga mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan penyaluran dana masyarakat.

“Penyidik menemukan indikasi penggunaan proyek fiktif dengan memanfaatkan data peminjam lama untuk menarik dana dari masyarakat,” tegas Ade Safri.

Bareskrim menegaskan, proses penyidikan akan terus dikembangkan secara profesional dan transparan hingga perkara ini memperoleh kepastian hukum. (red-fe).

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kalteng Didesak Tegas, WPR–IPR Harus Dipercepat di Tengah Tekanan Razia Tambang Rakyat

    Pemprov Kalteng Didesak Tegas, WPR–IPR Harus Dipercepat di Tengah Tekanan Razia Tambang Rakyat

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah didorong mengambil langkah tegas dan terukur dalam menyelesaikan polemik tambang rakyat yang terus memanas. Di tengah intensitas razia di lapangan, kepastian hukum melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dinilai belum bergerak secepat kebutuhan masyarakat. Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan Pemprov tidak tinggal diam. […]

  • Karhutla Kalteng Jadi Perhatian Prabowo, Empat Helikopter Disiapkan

    Karhutla Kalteng Jadi Perhatian Prabowo, Empat Helikopter Disiapkan

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menambah dukungan peralatan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas. Prabowo membahas kondisi karhutla Kalteng dalam rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan mengenai kebutuhan […]

  • Kabut Asap Makin Pekat, Kadisdik Kalteng soal MBG dan Siswa ke Kafe Bikin Heboh

    Kabut Asap Makin Pekat, Kadisdik Kalteng soal MBG dan Siswa ke Kafe Bikin Heboh

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 42
    • 1Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo– Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo terkait aktivitas sekolah di tengah kabut asap karhutla menjadi sorotan publik. Video pernyataan Reza yang beredar di media sosial Facebook memicu perdebatan. Dalam video tersebut, Reza membahas sejumlah dampak yang muncul apabila sekolah diliburkan akibat kondisi asap. Salah satu pernyataan yang paling […]

  • Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang layak direnungkan ketika melihat utang Amerika Serikat yang mendekati US$40 triliun: seberapa lama sebuah negara bisa terus menambah utang sebelum bunga utangnya sendiri mulai menggerus ruang geraknya? Pertanyaan itu bukan sekadar persoalan Amerika Serikat. Ketika ekonomi terbesar dunia harus mengeluarkan lebih dari US$3 miliar setiap hari hanya untuk membayar bunga utang, […]

  • PLN Palangka Raya Dilempari Bangkai Ayam, Buntut Pemadaman Listrik Bergilir

    PLN Palangka Raya Dilempari Bangkai Ayam, Buntut Pemadaman Listrik Bergilir

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Bau busuk bangkai ayam menjadi “pesan” keras yang dibawa para peternak ke Kantor PLN Palangka Raya, Rabu (29/7/2026). Ribuan ayam mati diangkut ke lokasi dan sebagian dilemparkan ke halaman kantor sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik bergilir yang disebut telah menghantam usaha peternakan. Aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa. Para peternak […]

  • Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

    Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah memunculkan fenomena baru yang menarik sekaligus memantik ironi. Ketika ruang jual-beli di pinggir jalan perlahan menghilang akibat tekanan kebijakan dan pengawasan, transaksi justru bermigrasi diam-diam ke ruang digital. Pengecer tak lagi menunggu pembeli di depan toko. Kini, mereka “naik kelas” — berdagang lewat pesan instan, media sosial, […]

expand_less